Ilmuwan Argentina Kembangkan Teknologi untuk Atrofi Otot Tulang Belakang

Semoga cepat ketemu ya obatnya, Kawula Muda!

Ilustrasi ilmuwan (UNSPLASH/Julia Koblitz)
Sun, 12 Jun 2022

Ilmuwan Argentina kembangkan penelitian untuk mengobati penyakit atrofi tulang belakang yang langka. 

Saat ini, penelitian tersebut tengah dilakukan pada sel manusia dan tikus di laboratorium dengan sistem kultur. 

Ilustrasi penelitian (UNSPLASH/Hans Reiners)

 

Apa Itu Atrofi Otot?

Atrofi otot adalah kondisi saat otot menyusut dan menipis karena hilangnya jaringan otot. Apabila dibiarkan, maka kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya kekuatan otot. 

Umumnya, atrofi otot terjadi ketika tubuh sulit dan tidak mampu bergerak karena cedera atau suatu kondisi penyakit tertentu. Selain itu, atrofi otot juga dapat disebabkan oleh malnutrisi energi dan protein dalam jangka panjang. 

Namun, terkhusus untuk atrofi otot tulang belakang, penyebab yang paling umum adalah cacat genetik pada gen SMN1. Karena itu, tidak memungkinkan bagi seseorang untuk mencegah penyakit atrofi otot tulang belakang. 

Penyakit Langka

Atrofi otot yang menyerang tulang belakang masih dikategorikan sebagai penyakit yang langka. Secara umum, jumlah kasus penyakit tersebut yang ditemukan di seluruh dunia adalah 10.000 hingga 50.000 kasus.

Adapun penyakit tersebut paling sering terjadi pada umur 1 hingga 20 tahun dan dapat menyerang jenis kelamin apa pun. 

Gejala Atrofi Otot

Seseorang yang mengalami atrofi otot, biasanya akan menunjukkan gejala yang khas. Sebut saja ukuran lengan maupun kaki yang menyusut, hingga kelemahan pada suatu bagian tubuh. 

Jika terus dibiarkan, penderita atrofi otot juga dapat menunjukkan gejala serius, misalnya penurunan tingkat kesadaran, hingga kelumpuhan di satu sisi tubuh. 

Untuk mendiagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan pada lengan maupun kaki pasien. Akan dilakukan pengukuran massa otot untuk mengecek apakah terdapat jaringan otot yang tidak normal. 

Belum Bisa Disembuhkan Total

Hingga saat ini, kondisi atrofi otot masih merupakan kondisi yang tidak bisa disembuhkan secara total. Hal itu dikarenakan atrofi otot biasanya disertai dengan kerusakan pada saraf tertentu yang bersifat permanen. 

Walau begitu, terdapat dilakukan adalah mencegah agar cedera otot tersebut tidak semakin parah. Misalnya saja terapi fisik, pengobatan Functional Electrical Stimulation (FES), hingga operasi. 

Karena itu, apabila penelitian untuk mengobati penyakit tersebut berhasil, tentu akan memberi manfaat yang signifikan bagi para penderita atrofi otot. 

Berita Lainnya