Ilmuwan Sebut 5 Penyakit Lebih Mematikan dari Covid-19

Kawula Muda, penyakit ini dipercaya lebih mematikan daripada Covid-19 dan harus selalu diwaspadai.

Penyakit mematikan selain Covid-19. (unsplash/Olga Kononenko)
Thu, 17 Feb 2022

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyatakan virus corona varian omicron bersifat dua kali lebih mematikan dari flu biasa. Luhut juga melaporkan bahwa Omicron lebih mudah menular ke tubuh daripada varian corona lainnya.

Namun ternyata, dilansir dari Times of India, ahli epidemiologi dan ahli medis menyebutkan beberapa penyakit yang memiliki kemungkinan untuk terjadinya pandemi besar di masa yang akan datang.

Jika langkah pencegahan tidak dilakukan dengan tertib dan teratur, maka penyakit-penyakit ini dapat menjadi masalah besar dan lebih mematikan daripada Covid-19. 

Berikut beberapa penyakit lainnya yang terbukti lebih mudah menular daripada virus Covid-19.

1. Ebola

Ebola. (unsplash/Dimitri Karastelev)

Ebola dinilai sebagai penyakit paling mematikan. Ebola menyebar melalui cairan tubuh yang menyebabkan petugas medis berada di titik tertinggi risiko tertular Ebola.

Menurut statistik, lebih dari 3400 kasus dan 2270 kematian telah dilaporkan. Vaksin Ebola baru disetujui untuk digunakan pada Januari 2020, namun belum disebarluaskan sampai saat ini.

Jika vaksin tidak segera disebarkan dan pencegahan lainnya tidak dilakukan, Ebola bisa menjadi pandemi yang tidak dapat dihindarkan dan memiliki kemungkinan angka kematian jauh lebih tinggi dari Covid-19.

2. Demam lassa

Demam lassa. (unsplash/kellysikkema)

Demam ini disebabkan oleh suatu infeksi virus yang dapat menyebabkan gejala penyakit hemoragik. Demam lassa dilaporkan masuk dalam salah satu penyakit mematikan. 1 dari 5 orang yang terjangkit demam Lassa mengalami komplikasi di hati, limpa dan ginjal.

Virus tersebut mudah ditularkan melalui benda-benda yang terkontaminasi urine, feses dan transfusi darah. Penyakit ini juga dapat mengganggu kemampuan pendengaran orang yang tertular.

3. Virus Marburg

Virus marburg. (unsplash/sharonmccutcheon)


Munculnya virus Marburg mengkhawatirkan masyarakat karena potensinya untuk menjadi pandemi besar selanjutnya. Virus Marburg memiliki gejala yang mirip dengan Ebola yaitu demam tinggi dan pendarahan.

Virusn Marburg sangat menular dan dapat menyebar hanya melalui sentuhan ke pasien yang masih hidup maupun sudah meninggal. 90% orang yang terinfeksi di dunia telah meninggal dunia.

4. MERS-CoV

MERS-CoV. (unsplash/fedotov_vs)

Middle East Respiratory Syndrome (MERS) termasuk dalam daftar infeksi menular yang menyebar melalui tetesan pernapasan. Virus ini dapat memicu pandemi dalam waktu sangat singkat.

MERS diduga berawal dari unta yang hidup di negara Timur Tengah. Walaupun infeksi tersebut diderita beberapa negara di Eropa dan Amerika, namun penderita dilaporkan mengidap penyakitnya setelah bepergian ke Timur Tengah. Kurang kebersihan salur pernapasan dapat memicu lonjakan infeksi dan peningkatan kasus di seluruh dunia.

5. SARS

SARS. (unsplash/Viki Mohamad)

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) merupakan keluarga virus yang sama dengan Covid-19. Epidemi SARS telah menyebar ke lebih dari 26 negara sejak wabah pertamanya muncul di China pada 2002.

Penyakit tersebut memiliki tingkat kematian yang tinggi dan menunjukkan gejala yang sama dengan Covid-19. Sampai saat ini, SARS belum memiliki pengobatan yang efektif.

Berita Lainnya