Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jan 29 2021

    Ada Keris dan Gamelan, Film Animasi “Raya and The Last Dragon” Akan Rilis Maret 2021

    Hai Kawula Muda, nonton film Hollywood penuh nuansa Indonesia, sepertinya seru juga nih!

    Raya and the Last Dragon, Disney. (INSTAGRAM/DISNEY RAYA)

    Disney akhirnya merilis poster dan trailer baru untuk film animasi Raya and the Last Dragon. Rencananya, film ini akan dirilis bersamaan di layar lebar dan layanan streaming Disney+ pada 5 Maret 2021.

    Dilansir Variety, Rabu (27/1/2021), sama seperti live action Mulan, untuk dapat menonton Raya and the Last Dragon, pengguna harus membayar akses premier sebesar 29.9 dolar AS atau sekitar Rp 402.000.

    Dari trailer yang dirilis, penonton mendapat gambaran tentang Raya (yang diisi suarakan oleh Kellu Marie Tran) mengumpulkan kru prajurit dan penipu dalam usahanya untuk menemukan mitos naga terakhir.

    Sejumlah aktris berdarah Asia juga dipilih sebagai pengisi suara, seperti Kelly Marie Tran yang mengisi suara Raya dan Awkwafina yang mengisi suara naga Sisu. Nama Asia lainnya adalah sebagai pengisi suaradi antaranya adalah Sandra Oh dan Gemma Chan.

    Keris, gamelan, dan pencak silat

    Raya and the Last Dragon disutradari oleh Don Hall (pemenang Oscar untuk Big Hero 6) dan Carlos Lopez Estrada.

    Film animasi yang ditulis oleh Adele Lim, penulis Crazy Rich Asian ini, mengisahkan karakter Raya yang tak mengenal takut mencari naga terakhir bernama Sifu untuk mempersatukan dunia mereka bernama Kumandra yang tengah terpecah belah.

    Setting Kumandra dan berbagai penampakan properti di dalam film, memang sangat kental menggambarkan landscape dan budaya Asia Tenggara.

    RAYA AND THE LAST DRAGONSenjata keris di film animasi Raya and the Last Dragon. (DISNEY)

     

    Hal itu juga diakui oleh pihak Disney yang mengatakan, meski film ini hanyalah khayalan, tim mereka sebelumnya telah melakukan perjalanan dan penelitian ke beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, Singapura, Filipina, dan tentu saja, Indonesia.

    Osnat Schurer sebagai produser juga menambahkan kalau mereka juga mencoba seni bela diri dan alat musik gamelan sebagai bagian dari proses kreatif mereka.

    Tak hanya itu, rumah gadang, wayang kulit, dan senjata khas Indonesia, keris, juga tampil dalam film animasi ini. Meski penampakannya terlihat lebih besar dari ukuran keris pada umumnya.

    Karena digarap dalam masa pandemi, para kru yang berjumlah 300 orang itu bekerja dengan cara jarak jauh, begitu pula dengan proses perekaman suaranya.

    RAYA AND THE LAST DRAGONAdegan aksi pencak silat di film animasi Raya and the Last Dragon. (DISNEY)

     

    Editor Team

    COMMENT