Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 29 2021

    Biaya Nyaris Rp 400 Miliar, Tom Hanks Tolak Ajakan Jeff Bezos ke Luar Angkasa

    Hai Kawula Muda, kira-kira kalau gratis ditolak juga gak ya?

    Aktor Hollywood, Tom Hanks. (INSTAGRAM/TOM HANKS FANS)

    Dalam sebuah wawancara di acara Jimmy Kimmel Live, aktor Hollywood Tom Hanks mengaku bahwa dirinya pernah ditawari Jeff Bezos untuk ikut wisata ke luar angkasa.

    Namun, karena biaya yang harus dikeluarkan ‘super fancy’ alias selangit, bintang film Apollo 13 itu pun menolak ajakan sang pemilik perusahaan antariksa Blue Origin tersebut.

    “Itu menelan biaya sekitar 28 juta dolar AS atau sekitar itu. Dan, aku baik-baik saja. Tapi aku tidak akan membayar 28 juta dolar AS. Kamu tahu, kita bisa mielakukan simulasi ke luar angkasa sekarang,” kata Hanks.

    Menurut Tom Hanks, dirinya tidak perlu menghabiskan 28 juta dolar AS atau sekitar Rp 399,2 miliar untuk ikut pergi ke luar angkasa.

    Sebelumnya, aktor Star Trek, William Shatner terbang ke sub-orbital setelah diundang oleh Jeff Bezos yang juga merupakan pendiri Amazon.

    TOM HANKSTom Hanks dalam film "Apollo 13". (INSTAGRAM/TOM HANKS)

      

    Harga hasil lelang

    Blue Origin sebenarnya belum mengungkapkan tarif tiket kendaraan luar angkasa suborbital mereka. Namun, untuk penerbangan antariksa manusia perdana perusahaan pada Juli 2022, mereka mengadakan lelang untuk salah satu kursi yang berakhir dengan harga 28 juta dolar AS.

    Pemenang lelang anomim akhirnya mengalami konflik jadwal dan Oliver Daemen yang berusia 18 tahun terbang menggantikannya.

    Sejak penerbangan manusia pertama itu, Blue Origin meluncurkan penerbangan luar angkasa manusia keduanya, dengan Shatner di dalamnya pada 13 Oktober dari lokasi peluncuran perusahaan di dekat Van Horn, Texas.

    Shatner terbang secara gratis. Dua penumpang lain dalam penerbangan itu membeli tiket mereka, tetapi harga yang mereka bayarkan masing-masing tidak diketahui.

    Dilansir Space, setelah penerbangan suborbital kedua yang sukses tersebut, Blue Origin bertujuan akan meluncurkan satu penerbangan berawak lagi pada 2021 dengan beberapa rencana pada  2022.

    Editor Team

    COMMENT