Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 18 2020

    BoA Diperiksa Polisi Terkait Obat Ilegal

    Kawula Muda, BoA dinilai melanggar peraturan impor obat-obatan ilegal.

    BoA, solois di bawah naungan SM Entertainment. (INSTAGRAM/BOA)

    Baru saja melakukan comeback dengan merilis Better, penyanyi BoA harus berurusan dengan pihak kepolisian terkait obat-obatan ilegal.

    Menurut laporan pada 17 Desember 2020, BoA diinterogasi oleh Jaksa pada Rabu (16/12/2020) karena dianggap telah melanggar peraturan mengenai impor obat-obatan.

    Sebelumnya, salah seorang staf SM Entertainment yang berada di Jepang telah mengirimkan obat tidur untuk BoA ke Korea. Namun sayang, staf tersebut dan juga BoA tidak menjalankan prosedur pembelian obat-obatan dari luar negeri dengan benar. Oleh karena itu, keduanya lalu diminta keterangan oleh pihak Jaksa.

    Baik BoA maupun karyawan SM Entertainment tersebut mengaku bahwa mereka tidak mengetahui prosedur impor obat-obatan yang benar.

    Menanggapi hal tersebut, pihak SM Entertainment pun langsung memberikan pernyataan.

    “Baru-baru ini BoA minum pil tidur yang diresepkan setelah menerima pendapat dokter bahwa dia membutuhkan tidur yang cukup karena penurunan hormon pertumbuhan, tetapi efek sampingnya parah. Mengingat bahwa obat yang diresepkan untuk gangguan tidur tidak ada masalah selama kegiatan di Jepang, seorang karyawan cabang luar negeri kami membeli obat dari rumah sakit dengan mengikuti prosedur yang tepat, tetapi mereka tidak menyadari bahwa meskipun obat itu dapat dibeli secara legal di Jepang, obat tersebut berstatus ilegal dan bermasalah di Korea,” kata pihak agensi.

    Berdasarkan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah Korea Selatan, setiap pengiriman obat dari luar negeri harus mendapatkan persetujuan resmi dari pemerintah. Proses izin pengiriman obat-obatan inilah yang tidak dijalankan oleh staf SM Entertainment tersebut.

    Pihak SM Entertainment juga menyampaikan permintaan maaf mereka atas kelalaian yang telah dilakukan oleh staf perusahaan tersebut.

    “Kami berencana untuk memperkuat pendidikan multi aspek bagi semua karyawan untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi pada masa mendatang. Kami mohon maaf atas masalah yang telah kami sebabkan,” ujar agensi.

    Editor Team

    COMMENT