Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 28 2020

    Ditto Percussion Bersiap Jadi Atlet Balap Sepeda!

    Hai Kawula Muda, pernah jadi atlet saat sekolah hingga awal kuliah, Ditto Percussion ingin mengulangnya lagi.

    Ditto Percussion dan sepeda kesayangannya, Blackbeauty. (INSTAGRAM/DITTO PERCUSSION)

    Tak banyak yang tahu kalau pemain perkusi sekaligus penulis dan pebisnis, Muhammad Pradana Budiarto atau Ditto Percussion, dulunya adalah seorang atlet renang.

    Ditto kecil sudah “digembleng” latihan berenang pagi dan sore hingga ia menjadi atlet. Namun, akhirnya saat kuliah, Dito memutuskan berhenti menjadi atlet. Ia memilih menjadi musisi dan pebisnis.

    “Yes, dari dulu umur 7 tahun gw udah digembleng latian renang pagi sore ampe jadi atlet hahaha, trus jaman kuliah berenti jadi atlet karena milih jadi seniman dan pebisnis,” tulisnya di akun Instagram @dittopercussion (22/6/2020).

    “Eh, sekarang pas umur 29 kok malah nyari capek lagi. Malah nyari sakit badan lagi. Malah nyari lelah latian lagi,” ujar Ditto yang mau serius ikutan Triatlon dan Ironman.

    Demi mewujudkan impiannya, Ditto punya sepeda andalan yang diberi nama Blackbeauty, yang dikabarkan harganya sekitar Rp 122 juta. Perlu waktu sebulan untuk penyesuaian antara sepeda dan tubuhnya.

    Sebelumnya, Ditto Percussion telah berlatih roadbike selama hampir 2 tahun dan fokus pada basic putaran kaki dan penyaluran tenaga ke paha agar maksimal.

    Setelah pindah ke triatlon, ternyata beda lagi dan harus belajar lagi. Pelajaran pertama yang ia dapat adalah bukan untuk balap kecepatan. 

    Penulis buku Teman Tapi Menikah ini juga membagikan tips untuk meminimalisir cedera otot saat bersepeda. Salah satunya adalah dengan melakukan bike fitting.

    “Siapa yang blom tau fungsinya bike fitting? Hmm buat yang sukaa sepedaan khusunya roadbike dan dijadiin rutinitas bersepeda, gw rasa harus ngelakuin bike fitting. Fungsinya banyak banget! Salah satunya meminimalisir cedera otot saat olahraga,” tulis Ditto (1/7/2020).

    Karena kesukaan Ditto dengan sepeda yang terlalu, sang istri rupanya mulai mengeluh sering ditinggal gowes.

    “Menurut @ayudiac seminggu 2 kali aja cukup! Selebihnya aku mau liat muka kamu dari pagi!! Okey fix, kita beli @wahoofitness.id dan sangat berguna yang latihan sepeda TT bike atau Triathlon bike, karena jalanan kadang menyeramkan buat gowes Panjang,” tulis Ditto tentang solusi agar istri tak mengeluh lagi karena ditinggal gowes terus, (8/8/2020).

    Saat ini Ditto Percussion dan Ayu tengah mempersiapkan rumah mereka di Bali. Secepatnya mereka akan pindah ke pulau dengan pemandangan indah, serta jalur berliku dan menanjak ini.

    “Alasan untuk pindah tinggal. Nyoba bersepeda daerah Kintamani ternyata ngalah2in Km 0 Sentul nih! Hahaha,” tulis Ditto.

    Nah, salah satu alasan kenapa bersepeda itu berbeda sensasinya dengan olahraga lain adalah kalian bisa menikmati pemandangan baru dan indah saat gowes. Setuju?

    Editor Team

    COMMENT