Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jan 07 2022

    John Mayer Positif Covid-19, Manggung di Meksiko Batal

    Hai Kawula Muda, get well soon John Mayer.

    Musisi asal Amerika, John Mayer. (INSTAGRAM/JOHN MAYER)

    Satu per satu pesohor dunia seolah terus bergantian dilaporkan terinfeksi dan positif Covid-19. Kali ini kabar kurang menyenangkan itu datang dari musisi John Mayer.

    Pelantun New Light itu disebut positif Covid-19 jelang keberangkatannya untuk tampil di festival Playing in the Sand di Meksiko.

    Kabar itu diungkap oleh grup band Dead & Company, melalui unggahan di akun Instagram dan Twitter mereka, Kamis (6/1/2022) waktu Indonesia.

    Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa semestinya mereka tampil di festival yang digelar pada 7-10 Januari 2022.

    “Hari ini, tepat sebelum berangkat ke Meksiko, menurut dokternya, @johnmayer dinyatakan positif Covid-19 dan tidak dapat tampil di acara Playing in the Sand mendatang di Riviera Cancun pada 7-10 Januari,” tulis Dead & Company dalam unggahannya.

    Perwakilan band pun mengonfirmasi John Mayer positif Covid-19 kepada Variety. Sementara, musisi peraih Grammy Awards itu belum memberikan kabar apapun di media sosial terkait hal tersebut.

    Menurut laporan Variety, Mayer merupakan anggota kedua grup tersebut yang harus mundur dari pertunjukan itu.

    Sebelumnya, ada drummer Bill Kreutztmann yang tak bisa tampil dalam pertunjukan tersebut atas rekomendasi dari dokter.

    Kreutztmann diketahui memiliki masalah kesehatan setelah terpaksa berhenti tampil di tengah acara konser Hollywood Bowl pada musim gugur kemarin.

    “Kami datang ke sini untuk bersenang-senang. Sayangnya beberapa saudara kita tidak dapat hadir,” kata Bob Weir seperti dikutip dalam unggahan tersebut.

    Ucapan lekas sembuh pun diberikan oleh berbagai pihak, termasuk dari Billboard dan pengamat musik Adib Hidayat.

    Kasus Covid-19 di Amerika pecah rekor

    Hingga Rabu (5/1/2022), kasus Covid-19 varian Omicron di seluruh dunia telah mencapai setidaknya 477.557 kasus dan 111 kematian.

    Baru-baru ini, varian Omicronyang diduga menjadi penyebab ‘tsunami’ Covid-19 di Amerika Serikat dan India.

    Pada Senin (3/1/2022) lalu, kasus harian Covid-19 di AS pecah rekor dengan 1.082.549 kasus. Pihak berwenang AS menduga, lonjakan kaus kemungkinan disebabkan laporan Covid-19 yang tertunda Selma libur Tahun Baru 2022.

    Sejumlah negara bagian di AS juga tak merilis kasus harian Covid-19 pada malah tahun baru, Jumat (3/1/2022).

    Selain itu, banyak wilayah di AS yang tak melaporkan infeksi Covid-19 selama akhir pekan lalu.

    Editor Team

    COMMENT