Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 10 2021

    Siprus Hadirkan MUSAN, Museum Bawah Laut yang Pamerkan 90 Patung di Kedalaman 9 Meter

    Kawula Muda, siapa nih yang pengen banget diving setelah pandemi?

    Penampakan bawah laut di MUSAN. (Dok. JASON DECAIRES TAYLOR)

    Jika kamu adalah pencinta dunia bawah laut, tentunya kamu kerap membuat daftar tempat-tempat mana saja yang bisa dijadikan destinasi wisata untuk kamu kunjungi setelah PPKM benar-benar usai.

    Republik Siprus, sebuah negara kepulauan yang berada di bagian selatan Turki ini memiliki museum bawah laut bernama Museum of Underwater Sculpture of Ayia Napa (MUSAN).

    Museum ini tentunya akan membuat pengalaman menyelam kamu tak akan tergantikan, nih, Kawula Muda. 

    Melansir HYPEBEAST, museum itu melahirkan lebih dari 90 patung karya seniman asal Inggris, Jason deCaires Taylor. Mulai dari patung berbentuk dedaunan hingga menyerupai manusia, berbagai jenis patung itu hadir pada kedalaman 32 kaki atau 9 meter dari permukaan.

    Tujuan utama Taylor membuat patung-patung tersebut ialah untuk menunjukkan bagaimana hubungan manusia dengan alam.

    musam museum bawah laut di siprusPenampakan MUSAN. (Dok. JASON DECAIRES TAYLOR)

    Tak heran jika mantan instruktur selam itu juga menggunakan bahan-bahan alami seperti kerang dan batu, untuk mengolah dasar laut agar bisa menjadi tempat kehidupan laut bisa berjalan kembali, mengingat semakin sedikitnya populasi di Laut Mediterania itu.

    Menariknya, seluruh patung itu disusun sedemikian rupa agar terlihat seperti hutan bawah laut. Terlihat juga sekumpulan anak-anak yang tengah mengelilingi orang dewasa, sambil mengarahkan kameranya.

    Pasalnya, ini menjadi pesan untuk para insan di luar sana untuk memikirkan dengan cermat bagaimana efek yang bisa ditimbulkan manusia terhadap laut dan alam.

    "Patung-patung tersebut dirancang secara individual menggunakan bahan netral pH yang aman, dengan permukaan bertekstur untuk menciptakan rumah, area berkembang biak, dan ruang pelindung,” tulis Taylor dalam situs webnya.

    Proyek ini diketahui memakan biaya sebanyak US$1,2 juta atau setara dengan Rp17 M, yang merupakan hasil bekerja sama dengan pemerintah Siprus. Tak hanya itu, pemerintah SIprus juga berharap hadirnya museum ini mampu menarik 50.000 wisatawan yang datang ke pameran ini setiap tahunnya.

    Kamu juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk berkunjung ke museum ini, lho, Kawula Muda!

    Editor Team

    COMMENT