Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 12 2022

    5 Fakta Sindrom Ramsay Hunt yang Diderita Justin Bieber

    Hai Kawula Muda, kenali sindrom Ramsay Hunt.

    Justin Bieber menderita Sindrom Ramsay Hunt. (INSTAGRAM/JUSTIN BIEBER)


    Baru-baru ini Justin Bieber menyampaikan kabar tidak menyenangkan tentang kondisi kesehatannya yang didiagnosis terkena Sindrom Ramsay Hunt.

    Akibat penyakit ini, Justin Bieber mengalami kesulitan untuk sekedar mengedipkan mata, bahkan untuk tersenyum. Hingga akhirnya Justin Bieber terpaksa harus membatalkan beberapa konser yang akan digelarnya.

    Apa sebenarnya Sindrom Ramsay Hunt yang diderita Justin Bieber? Yuk, kenali 5 fakta mengenai sindrom ini untuk membuat kita lebih waspada.

    1. Apa itu Sindrom Ramsay Hunt?

    Dilansir dari Mayo Clinic, Sindrom Ramsay Hunt adalah sekelompok gejala akibat herpes zoster yang memengaruhi saraf wajah dekat salah satu telinga.

    Sindrom ini juga memiliki beberapa nama lain, seperti zoster geniculate, herpes zoster oticus, dan herpes geniculate ganglionitis.

    Selain timbul ruam yang menyakitkan, Sindrom Ramsay Hunt bisa menyebabkan kelumpuhan wajah dan gangguan pendengaran di telinga yang terinfeksi.

    SINDROM RAMSAY HUNTSindrom Ramsay Hunt. (MAYO CLINIC)

     

    2. Penyebab Sindrom Ramsay Hunt

    Dilansir dari laman Organisasi Nasional untuk Penyakit Langka (NORD), penyebab utama sindrom ini adalah varicella-zoster, yakni virus yang sama seperti penyebab cacar air dan cacar api. Varicella-zoster diyakini menginfeksi saraf wajah yang ada di dekat telinga bagian dalam.

    Seseorang yang pernah terkena cacar dan sembuh, kemungkinan masih memiliki sisa virus di dalam saraf wajah. Namun, virus ini dalam fase "tertidur" atau tidak aktif. Reaktivasi atau aktif kembalinya virus varicella-zoster bisa menyebabkan gejala-gejala Sindorm Ramsay Hunt.

    3. Gejala Sindrom Ramsay Hunt 

    Menurut laman Mayo Clinic, Sindrom Ramsay Hunt memiliki dua gejala utama, yakni ruam kemerahan yang terasa sakit dengan bintil-bintil berisi cairan di dalam dan sekitar telinga. Kemudian, paralisis atau kondisi lumpuh pada bagian wajah yang dekat dengan telinga terinfeksi.

    Biasanya, ruam dan kelumpuhan wajah terjadi secara bersamaan. Namun, bisa juga salah satu gejala muncul lebih dahulu. Pada kasus lain, ruam bisa saja tidak pernah terjadi.

    Selain dua gejala utama, penderita Sindrom Ramsay Hunt kemungkinan juga mengalami hal-hal berikut ini: sakit telinga, gangguan pendengaran, telinga berdenging (tinnitus), kesulitan menutup satu mata, sensasi berputar atau bergerak (vertigo), perubahan pada indra pengecap atau kehilangan kemampuan mengecap makanan, serta mulut, dan mata kering

    4. Orang yang berisiko terkena 

    Sindrom Ramsay Hunt memengaruhi pria dan wanita dalam kuantitas yang sama. Menurut NORD, 5 dari setiap 100.000 orang di Amerika Serikat menderita sindrom ini setiap tahunnya. Siapapun yang pernah menderita cacar air atau cacar api, berpotensi terkena sindrom Ramsay Hunt.

    Namun demikian, sejauh ini mayoritas kasus terjadi pada orang dewasa di atas 60 tahun. Sindrom ini juga terpantau jarang menyerang anak-anak.

    5. Komplikasi Sindrom Ramsay Hunt 

    Sindrom Ramsay Hunt juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius, termasuk kehilangan pendengaran permanen, kelumpuhan wajah permanen, kerusakan mata, postherpetic neuralgia atau rasa sakit permanen yang terjadi pada bekas cacar.

    Jika terjadi kelumpuhan atau ruam herpes zoster pada bagian wajah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan.

    Dilansir Mayo Clinic, perawatan dimulai dalam waktu tiga hari sejak gejala awal untuk membantu mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang.

    Editor Team

    COMMENT