Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Apr 21 2022

    Hari Kartini, 24 Batik Karya Perempuan Binaan Lapas Semarang akan Dilelang

    Hasil karya yang dilelang antara lain batik tulis, batik cap, ecoprint batik indigo nih, Kawula Muda!

    Batik Ecoprint. (BlOGSPOT)


    Hari Kartini jatuh pada setiap tanggal 21 April. Hari Kartini diperingati sebagai simbol emansipasi wanita untuk dapat berkembang di masyarakat.

    Kaum perempuan yang dulunya dianggap lemah, kini juga bisa bersaing dan memajukan bangsa. Pasalnya, setiap menyambut Hari Kartini, kaum perempuan begitu antusias.

    Salah satunya dengan acara lelang kerajinan batik karya warga binaan perempuan. Melansir dari laman Kompas, sebuah yayasan Second Chance Foundation bekerja sama dengan PBB dan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham.

    Dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April 2022, ada sebanyak 24 kerajinan batik dan eco print yang dilelang. Acara ini dilakukan oleh pendiri dari yayasan Second Chance Foundation bernama Evi Amir Syamsudin.

    Batik Warga BinaanBatik karya warga binaan perempuan. (dok. ANTARA)

     

    Yayasan Second Chance Foundation sendiri resmi didirikan sejak tahun 2014. Namun, sejak tahun 2011 kegiatan membatik oleh warga binaan perempuan ini sudah dilakukan.

    Apalagi batik merupakan warisan budaya tak benda yang wajib dilestarikan. Warga binaan sendiri juga begitu antusias dengan adanya kegiatan membatik. 

    Sehingga pada tahun 2019, yayasan bekerja sama dengan PBB untuk melakukan pelatihan Lapas Kelas II A Wanita Semarang. Hasil karyanya antara lain batik tulis, batik cap, eco print batik indigo dan lainnya.

    Melalui semangat Hari Kartini, Evi ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal batik terutama karya para warga binaan. Sementara adanya yayasan Second Chance Foundation ini juga memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk lebih memiliki kegiatan positif.

    Selain itu, warga binaan bisa memiliki keterampilan, memiliki penghasilan dan menjadi nilai tambah saat nantinya kembali ke masyarakat. Bahkan yang digunakan dalam kain batik warga binaan yakni kain sutera.

    Pelelangan batik dibuka dengan harga mulai Rp 250 ribu dengan kelipatan setiap Rp 50 ribu. Kemudian hasil dari pelelangan akan dikembalikan kepada warga binaan dan untuk memperbarui alat serta peralatan lainnya.

    Editor Team

    COMMENT