Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 16 2022

    Ilmuwan Australia Teliti Cacing Super Pemakan Styrofoam untuk Jadi Solusi Sampah Plastik Dunia

    Supaya plastiknya bisa lebih mudah terurai, Kawula Muda!

    Ilustrasi sampah plastik (UNSPLASH/Tanvi Sharma)


    Christian Rinke, seorang peneliti dari Universitas Queensland, Australia, tengah mendalami studi terbaru terkait cacing super pemakan plastik.

    Dalam bahasa ilmiah, cacing tersebut bernama Zophobas Morio. Adapun hewan tersebut dapat hidup walau hanya diberi makan polystyrene atau styrofoam.

    Sampah plastikIlustrasi bahaya sampah plastik bagi kehidupan biota laut (UNSPLASH/Naja Bertolt) 

    Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, para pakar hanya memberi makan cacing tersebut dengan styrofoam. Hasilnya, dua dari tiga cacing berhasil berkembang menjadi kumbang. 

    Artinya, cacing dapat menyerap nutrisi dari bahan tersebut dan menjadikannya energi untuk tumbuh. Hal itulah yang mengantarkan Christian ke dalam penelitiannya. 

    Christian mengatakan adanya kemungkinan hubungan simbiosis antara cacing super tersebut dengan bakteri ususnya. Bakteri pada cacing dasarnya akan memecah plastik menjadi molekul yang lebih kecil agar lebih mudah dicerna menggunakan suatu enzim. 

    Nah, enzim-enzim tersebutlah yang ingin peneliti identifikasi. Apabila berhasil, maka akan memungkinkan bagi para ilmuwan membuat replika enzim tersebut untuk memecah sampah plastik. 

    “Menggunakan metagenomics, kami benar-benar dapat mengkarakterisasi semua gen dalam mikroba,” terang Christian dalam studi terbarunya yang diterbitkan oleh Microbial Genomics, Kamis (09/06/2022).

    Di sisi lain, sampah plastik adalah masalah global. Terutama, sifat sampah plastik yang sulit terurai membuatnya sangat sulit untuk dikendalikan. 

    Dari 10 miliar ton sampah plastik yang dihasilkan, setidaknya akan ada 6 miliar ton yang berdiam di tempat pembuangan akhir. 

    Hal ini pun berbahaya. Mengingat sampah-sampah tersebut dapat langsung berdampak pada satwa liar. Saat ini pun telah banyak kasus yang menemukan adanya plastik di dalam perut hewan liar. 

    Editor Team

    COMMENT