Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    May 06 2022

    Pernikahan tanpa Pasangan Jadi Trend di Jepang, Kok Bisa?

    Menikahi diri sendiri kian marak di Jepang

    Ilustrasi pernikahan. (PIXABAY)

    Konsep menikahi diri sendiri mayoritas dilakukan oleh perempuan di Jepang, bagi mereka gagasan pernikahan sesungguhnya hanya akan menghambat karier mereka.

    Menurunnya angka pernikahan dengan pasangan di Jepang diakibatkan dengan meningkatnya keputusan anak muda di sana untuk hidup sendiri dan berfokus pada karier.

    Dilansir dari BBC, Selasa (5/4/2022), konsep pernikahan solo dilakukan perempuan bernama Rina, "Pernikahan solo sangat populer di Jepang saat ini. Bahkan jika itu bukan pernikahan Anda, Anda dapat mengenakan gaun untuk bersenang-senang, dan berfoto lucu di studio dengan terlihat seperti seorang putri," ujar Rina saat ditanya mengenai keputusannya menikahi diri sendiri.

    "Saya ingin bersenang-senang, tapi saya tidak bisa berkata tidak pada pekerjaan saya, karena saya khawatir mengenai masa depan. Saya ingin menghasilkan (uang) selagi saya masih muda," lanjutnya.

    Rina saat ini bekerja di sebuah cafe, pekerjaan sebelumnya adalah seorang penyanyi yang tergabung dalam sebuah girl band. Rina memiliki kekhawatiran yang sama seperti kebanyakan anak muda di Jepang saat ini.

    JEPANGSalah satu kota di Jepang. (FREEPIK.COM)

     

    Rina tentu bukan satu-satunya yang melakukan pernikahan solo, sebuah studio rias di Jepang bisa melayani 10 pelanggan per bulan yang akan melangsungkan pernikahan solo.

    Pemerintah Jepang bahkan khawatir dengan trend ini, sebabnya penurunan angka pernikahan juga telah menurunkan angka kelahiran di Jepang.

    Pada tahun 2020 lalu jumlah pernikahan terdaftar di Jepang turun menjadi 12,3 persen menjadi 525.490, sedangkan jumlah kelahiran di tahun yang sama mencapai 840.832 turun 2,8 persen dari tahun sebelumnya.

    Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Jepang sempat membuat kebijakan untuk meningkatkan angka pernikahan dan kelahiran, dengan memberikan uang sebesar 600.000 Yen atau sekitar Rp 84 juta kepada warganya yang mau menikah.

    Editor Team

    COMMENT