Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 27 2022

    Review "Smile": Padat Jump Scare tapi Bukan Jawaban atas Inovasi Film Horor

    Kawula Muda, berani nonton film Smile ini?

    Poster film Smile (Paramount Picture)


    Film "Smile" merupakan salah satu film horor yang menarik untuk ditonton tahun ini. Film ini resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 28 September besok.

    Jauh sebelum filmnya tayang, pihak Paramount Picture yang memproduksi film ini, sudah lebih dulu merilis trailernya yang cukup menyeramkan. Trailer tersebut cukup bisa membuat orang yang tertarik dengan film horor penasaran dengan film ini.

    Film bermula di sebuah rumah sakit jiwa, Rose Cotter sebagai pemeran utama dalam film ini merupakan seorang dokter kejiwaan.

    Teror dimulai saat Rose bertemu dengan seorang pasien yang memiliki gejala cemas akut, setelahnya Rose melihat pasien tersebut tersenyum mengerikan, hingga akhirnya bunuh diri.

    Teror demi teror dialami oleh Rose, ketegangan juga dirasakan oleh penonton, sebuah teror senyuman yang akan menghantui pikiran para penonton, bahkan sampai pulang.

    Mengambil kesehatan mental sebagai tema dasar, film "Smile" cukup sukses menggambarkan betapa mengerikannya sebuah luka batin yang belum sembuh.

    Film SmileFilm Smile (Paramount Picture)

    Menariknya, monster dalam film ini seakan menghantui siapa saja yang memiliki trauma mendalam akibat melihat secara jelas sebuah insiden bunuh diri.

    Monster tersebut menjelma menjadi siapa saja yang memiliki ikatan dengan targetnya, Rose yang menjadi target utama dalam film ini mendapatkan banyak teror yang membuatnya tidak bisa membedakan realitas dan halusinasi, seperti sebuah mimpi buruk Freddy Krueger.

    Dalam film ini, terdapat banyak jump scare yang cukup padat, sehingga terasa tidak akan gagal membuat penonton menjerit histeris.

    Sayangnya pola dalam film ini merupakan sebuah pola dalam film horor yang sering ditemukan di film-film lain, pola yang sama yang bisa lo dapatkan di film seperti Insidious.

    Tampaknya, Paramount Picture ketagihan dengan kesuksesan yang diraih oleh film-film 'Paranormal Activity', dan membuat film ini terasa terlalu banyak plot hole, memberikan kode kejelasan misteri di film ini lewat sekuel-sekuel berikutnya.

    Sehingga mengharapkan sebuah inovasi dalam film horor mungkin tidak ditemukan dalam film ini.

    Kendati demikian, kredit khusus pantas diberikan kepada Parker Finn, sebuah debut yang cukup apik digarap oleh Finn sebagai sutradara film layar lebar.

    Smile layak ditonton buat lo yang gila sama film horor, film ini cukup berhasil menghadirkan teror dan ketegangan di setiap menitnya.

    Editor Team

    COMMENT