Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Apr 22 2022

    Tidak Mampu Berpuasa Ramadan Karena Sakit? Ini Aturan dan Cara Bayar Fidyahnya

    Hai Kawula Muda, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan.

    Ilustrasi sedekah atau memberi kepada yang membutuhkan. (FREEPIK)


    Bagi umat Islam, puasa di bulan Ramadan adalah sebuah kewajiban. Terutama bagi mereka yang sudah akil baliq dan mampu secara fisik dan mental.

    Namun, bagi mereka yang tidak mampu berpuasa dapat mengganti puasa yang ditinggalkan dengan cara membayar fidyah sesuai cara dan aturan yang tepat.

    Fidyah atau Fidiah berasal dari bahasa Arab fadaa yang berarti mengganti atau menebus. Fidyah berarti sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang diperuntukkan bagi kaum fakir miskin sebagai ganti dari ibadah yang ditinggalkan.

    Ketentuan mengenai fidyah tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 184, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya [jika mereka tidak berpuasa] membayar fidiah [yaitu] memberi makan seorang miskin.”

    Ayat tersebut memberikan penjelasan bahwa ada beberapa golongan umat Islam yang mendapatkan keringanan untuk tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

    Namun, mereka dibebankan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan. Salah satunya dengan cara membayar fidyah, bagi mereka yang tidak mampu menggantinya dengan berpuasa di waktu yang lain atau qadha.

    SEDEKAHIlustrasi sedekah atau memberi kepada yang membutuhkan. (FREEPIK)

     

    Golongan yang wajib bayar Fidyah

    Islam mengenal golongan orang yang diharuskan membayar fidyah, di antaranya sebagai berikut:

    • Orang yang terlambat mengganti puasa atau qadha hingga memasuki bulan Ramadan berikutnya
    • Orang yang menderita sakit parah dan akan bertambah parah jika berpuasa
    • Orang lanjut usia dengan fisik yang lemah dan tak mampu berpuasa
    • Ibu hamil dengan kondisi kandungan yang lemah
    • Ibu menyususi dengan syarat tetap harus membayar qadha di waktu yang lain
    • Keluarga orang-orang yang meninggal dengan membawa utang puasa

    Cara membayar fidyah

    Berikut bagaimana cara membayar fidyah:

    • Fidyah harus diberikan kepada kelompok orang tak mampu atau fakir miskin.
    • Hitunglah jumlah hari tidak berpuasa untuk menentukan besaran fidiah yang harus dibayarkan. Kemudian lanjutkan dengan membaca niat fidyah.
    • Jika fidyah sudah terkumpul, kunjungi badan pengelola zakat setempat dan sampaikan maksud kita untuk membayar fidyah.
    • Panitia zakat akan membacakan doa sebagai tanda fidyah telah terbayarkan.  

    Besaran Fidyah

    Ada berbagai pandangan soal aturan besaran fidyah yang harus dibayarkan. Namun, sebagian besar ulama sepakat bahwa besaran ditentukan sebesar 1 mud atau setara dengan 0,6 kilogram beras atau ¾ liter.

    Umat Islam wajib membayar fidyah kepada kaum fakir miskin untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkan.

    SEDEKAH UANGIlustrasi sedekah uang atau memberi kepada yang membutuhkan. (FREEPIK)

     

    Waktu membayar

    Waktu membayar fidyah dapat dilakukan pada hari itu juga saat meninggalkan puasa. Pembayaran juga bisa dilakukan sampai akhir Ramadan.

    Fidyah harus dibayar saat sudah memasuki atau setelah Ramadan berakhir.

    Namun perlu dicatat, kita tidak boleh membayar fidiah sebelum Ramadan berikutnya atau ketika mulai memasuki bulan Sya’ban.

    Membayar dengan uang

    Karena fidyah merupakan santunan terhadap orang yang tidak mampu, artinya fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang jika sekiranya lebih bermanfaat.

    Besaran fidyah juga dikonversi ke rupiah dengan cara disesuaikan dengan harga bahan makanan pokok atau harga makanan tadi.

    Fidyah disesuaikan dengan harga satu porsi makanan standar yang berlaku pada lingkungan terdekat.

    Editor Team

    COMMENT