Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 23 2021

    Mulai dari Perempuan Harus Pakai Burkak Hingga Hukum Potong Tangan, Apa yang Diinginkan Taliban?

    Pasukan Taliban tahun 2001. (GETTY IMAGES)

    Kawula Muda, kelompok fundamentalis Taliban mulai pekan ini kembali memasuki wilayah Afghanistan setelah 20 tahun lamanya tersingkir.

    Masuknya kembali Taliban itu berawal dari kaburnya Presiden Ashraf Ghani serta jajaran pemerintahannya, seperti yang dilansir suara.com.

    Menilik kembali sejarah Taliban terbentuk, rupanya Taliban dapat diartikan sebagai "mahasiswa" dalam bahasa Indonesia. Kelompok itu dinilai sebagai kelompok Islam garis keras dengan memperebutkan wilayah-wilayah dan menerapkan interpretasi ketat terhadap hukum agama.

    Kelompok ini berasal dari pejuang Mujahidin yang didukung Amerika Serikat, gerilyawan Islam fundamentalis yang berperang dengan Uni Soviet pada tahun 70-an dan 80-an di Afghanistan.

    Taliban terkenal dengan rezim yang kejam 

    Penataan pemerintah mereka juga dikenal brutal dalam membantai lawan-lawannya. Bersekutu dengan kelompok teroris, menindas hak-hak perempuan, dan hal-hal bengis lainnya juga kerap terjadi.

    Sejumlah pasukan gabungan juga telah berusaha untuk memberantas habis Taliban yang melindungi Usamah bin Laden dan gerakan teroris Al Qaeda-nya.

    Meskipun berhasil digulingkan dari kekuasaan, hilangnya Taliban selama 20 tahun di Afghanistan rupanya telah membawa Taliban menyiapkan berbagai taktik perang gerilya melawan AS, sekutu, dan tentara Afghanistan.

    Pejuang bersenjata Taliban pun merebut kota-kota dengan mudahnya, tanpa mendapatkan perlawanan. Hingga akhirnya, prajurit-prajurit militer Afghanistan telah melarikan diri ke negara-negara lain.

    Ilustrasi burkakIlustrasi burkak. (Dok. AP)


    Perempuan harus menutupi seluruh tubuh dengan burkak

    Kelompok yang saat ini dipimpin seorang pria bernama Hibatullah Akhundzada itu rupanya pada tahun 1996 hingga 2001 diketahui melarang kaum perempuan untuk keluar rumah tanpa didampingi muhrimnya, sementara itu seluruh perempuan wajib menutupi dirinya menggunakan burkak dari ujung kepala hingga ujung kaki.

    Tak berhenti sampai situ, perempuan juga dilarang untuk bekerja, bahkan anak perempuan pun tidak diperbolehkan mendapatkan pendidikan. 

    Pengadilan syariah juga memberlakukan hukuman fisik seperti mengamputasi untuk mereka yang mencuri dan dieksekusi di depan umum jika melakukan pembunuhan atau perzinaan.

    Taliban ingin terapkan sistem pemerintahan Islam murni

    Masih melansir suara.com, Taliban telah mengungkapkan pada awal 2021 bahwa mereka ingin "sistem pemerintahan Islam yang murni" untuk Afghanistan, tak terkecuali hak-hak perempuan dan kaum minoritas,

    Menurut mereka, hukum apa pun yang diberlakukan tentu harus sejalan dengan tradisi budaya dan aturan agama.

    Meskipun begitu, tidak ada yang tahu bagaimana kelanjutan Afghanistan jika negara itu dikuasai oleh Taliban. 

    Pejabat Menteri Dalam Negeri pemerintah Afghanistan memperkirakan bahwa Taliban akan membuat pemerintahan transisi. Namun, Taliban membantah pernyataan tersebut dan menjelaskan bahwa mereka hanya ingin pemerintahan Islam yang terbuka dan inklusif.

    Hadirnya Taliban ini tentunya membuat banyak warga panik dan bergegas meninggalkan Afghanistan. Pemilik toko di Kabul juga menutupi foto-foto iklan yang memperlihatkan perempuan tanpa penutup kepala.

    Bagaimana menurut kamu, Kawula Muda, terkait hadirnya Taliban kembali?

    Editor Team

    COMMENT