Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Nov 01 2022

    Renggut Banyak Nyawa, Ini 6 Kerumunan Terburuk yang Pernah Terjadi di Dunia

    Selalu hati-hati ya Kawula Muda

    Kerumunan acara Halloween di Itaweon pada Sabtu, 29 Oktober 2022 (YAHOO)


    Peristiwa yang terjadi di Itaewon pada Sabtu, 29 Oktober 2022 lalu menjadi duka baik di Korea Selatan hingga dunia. Tragedi Halloween Itaewon ini menyebabkan ribuan orang memadati gang sempit hingga banyak korban.

    Berdasarkan laman CNN Indonesia, Senin (31/10/2022), korban tewas menjadi 154 orang termasuk salah satu aktor bernama Lee Ji Han.

    Kejadian ini terjadi akibat antusias yang besar oleh warga baik dari Itaewon maupun luar kota, bahkan dari luar negeri yang ingin mengikuti acara Halloween karena tertunda 2 tahun.

    Sayangnya, ini malah menjadi petaka karena kondisi tempat yang kecil namun dipadati lebih dari ribuan orang di sana. Lokasi insiden merupakan gang sepanjang 50 meter yang menghubungkan distrik restoran, kelab dan bar.

    PRAY ITAEWONPray to Itaewon, tragedi di perayaan Halloween. (TWITTER/VOI)

    Sebagian besar korban tewas dalam tragedi Itaewon adalah pemuda berusia 20 tahunan dan mayoritas dari mereka adalah perempuan, seperti dalam laman Kompas.

    Kawula Muda, kejadian kerumunan yang menyebabkan kematian ini bukanlah pertama kali terjadi, loh. Kita lihat saja dari tragedi Kanjuruhan yang baru terjadi bulan lalu.

    Tragedi yang diakibatkan oleh padatnya penonton yang ingin keluar dari stadion Kanjuruhan Malang setelah tembakan gas air mata dari dilayangkan Polisi ke tribune.

    Selain Korea Selatan dan Indonesia, negara-negara berikut ini pernah mengalami hal yang sama. Berikut adalah kerumunan terburuk yang pernah terjadi melansir dari The Guardian:

    1. Mekah, Arab Saudi

    Tragedi MadinahTragedi kerumunan pelemparan batu di Madinah pada 2013 (CBC)

    Pada 24 September 2015, tabrakan besar-besaran terjadi di lokasi pelemparan batu jumrah di Mina dekat Mekah selama ziarah. Kejadian ini menyebabkan sekitar 700 dan tiga di antaranya berasal dari Indonesia.

    Kasusnya tidak jauh berbeda dari Itaewon, di mana para jemaah saling berdesak-desakan dan saling mendorong, hingga membuat orang yang berada di bagian depan terdesak, terjatuh, bahkan terinjak.

    Ini adalah kasus kematian dan menjadi peristiwa paling mematikan dalam sejarah haji.

    2. Kanjuruhan Malang, Indonesia

    Pada 1 Oktober 2022, menjadi hari kelam bagi sepak bola Indonesia, termasuk klub Arema Malang. Sebanyak 135 korban jiwa di kejadian tersebut.

    Polisi yang "ingin" meredakan kerusuhan di lapangan Kanjuruhan itu, dengan menembakkan gas air mata ke penonton. Otomatis, mereka berbondong-bondong keluar dari stadion dengan pintu yang sangat kecil.

    Dorong-dorongan, desak-desakkan, membuat banyak nyawa hilang dalam Tragedi Kanjuruhan.

    3. Festival agama, India

    Selanjutnya kejadian di India pada sela-sela festival keagamaan di dekat sebuah kuil di distrik Datia di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, pada 13 Oktober 2013.

    Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 115 orang tewas, sebagian besar terinjak-injak atau tenggelam, dan lebih dari 110 lainnya terluka, Kawula Muda.

    Pada saat insiden itu, terdapat 20.000 orang berada di sebuah jembatan di atas Sungai Sindh.

    4. Tahun baru 2013, Ivory Coast

    Kerumunan pemakaman Qasem SulaemiKerumunan warga padati proses pemakaman Qasem Sulaemi di Iran (WIKIPEDIA)

    Siapa sangka, acara pergantian tahun baru menjadi peristiwa tragis yang terjadi di Ivory Coast pada 1 Januari 2013. Setidaknya 60 orang, banyak dari mereka adalah anak-anak, tewas akibat berdesak-desakan di jalan raya.

    Lokasi yang terjadi di Stadium Felix Houphouet Boigny di Daerah Plateau. Warga datang untuk melihat pertunjukkan kembang api setelah negara tersebut kembali aman dari Afrika akibat perang saudara.

    Melansir dari Mstar, jumlah penonton yang begitu ramai dikatakan tidak dapat dipantau selepas kerumunan yang begitu besar.

    5. Pemakaman Qasem Sulaemi, Iran

    Sebuah pemakaman jenderal Iran Qasem Sulaemi pada 7 Januari 2020 menyebabkan kerumunan warga yang membuat para penjaga tak bisa mengaturnya.

    Kejadian yang terjadi di Kerman tersebut, berujung menelan 56 nyawa warga dan sekitar 200 luka-luka.

    Upacara pemakaman Soleimani di Teheran itu, digambarkan sebagai "yang terbesar di Iran sejak pemakaman Grand Ayatollah Ruhollah Khomeini", pendiri Republik Islam Iran, pada tahun 1989.

    Sebagai informasi, Suleimani terbunuh pada 3 Januari oleh serangan pesawat tak berawak AS di luar bandara Baghdad, dianggap sebagai pahlawan dalam perjuangannya melawan kelompok jihadis ISIS di Irak dan Suriah.

    6. Acara Lag B'Omer, Israel

    Festival api unggun oleh penganut Yahudi ultra-Ortodoks menggelar ritual keagamaan tahunan bernama Lag B'Omer. Namun, acara ini justru berakhir duka lantaran banyak orang yang meninggal.

    Ritual tahunan ini dipadati oleh orang-orang di lereng Gunung Meron sekaligus melanggar peringatan Covid-19, di mana acara ini dilakukan pada 30 April 2021.

    Dilansir dari beberapa sumber, saksi mata mengatakan, orang-orang sesak napas dan terinjak di sebuah lorong, beberapa tidak diketahui sampai akhirnya ada seruan untuk membubarkan diri.

    Sekiranya ada 103 orang terluka, dan 40 orang meninggal dunia, termasuk anak-anak.

    Itu dia beberapa kerumunan terparah yang pernah terjadi di dunia. Kawula Muda, lebih baik segera menghindar jika tempat yang lo datangi sudah padat oleh manusia, ya, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan.

    Editor Team

    COMMENT