Ketika Joji Si Pelopor Dance Harlem Shake Memutuskan Fokus Jadi Musisi

Hai Kawula Muda, konyol, unik, nyeleneh, namun sangat kreatif, itulah Joji.

Artis dan musisi Jepang, Joji. (INSTAGRAM/88RISING)
Tue, 20 Oct 2020

Nama Joji sebagai rapper, penyanyi, penulis lagu, dan produser, sepertinya sudah mulai banyak dikenal oleh pencinta musik di berbagai negara.

Karier musiknya kian terbuka setelah musisi asal Jepang keturunan Australia ini bergabung dengan agensi 88rising yang juga menaungi Rich Brian dan NIKI dari Indonesia.

Namun, sebelum dikenal sebagai musisi, ternyata pemilik nama asli George Miller ini mengawali kariernya sebagai YouTuber komedi yang sangat konyol pada 2009.

“Saya hanyalah seorang yang aneh, yang benar-benar aneh,” kata Joji pada sebuah wawancara dengan TIME.

Bahkan karena kekonyolan karakter serta konsep konten-kontennya, ia sampai harus menyembunyikan identitas dirinya agar tidak menyulitkannya saat mencari pekerjaan.

George Miller alias Joji saat menjadi Pink Guy. (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE)

 

 Tak hanya itu, masih ada fakta tak kalah unik dan menarik dari Joji si trend maker ini.

Pelopor dance Harlem Shake

Masih ingat dengan tantangan dance Harlem Shake? Tren yang muncul sekitar 2012-2013 itu begitu booming dan diikuti oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia.

Ternyata, video yang merekam beberapa orang menari-nari dengan gaya lucu juga terkesan aneh itu salah satu pelopornya adalah Joji.

Tepatnya pada 2 Februari 2013, Joji bersama tiga temannya mengunggah keisengan saat sedang menari-nari dengan kostum aneh sambil diiringi lagu Harlem Shake dari Baauer.



Siapa sangka, video yang diunggah melalui akun YouTube DizastaMusic dan kini telah ditonton sebanyak lebih dari 63 juta kali itu menjadi fenomenal dan diikuti oleh banyak orang dari berbagai kalangan, kemudian diikuti oleh banyak dance challenge lainnya.

Kepopulerannya itu membuat Joji makin giat membuat konten video di channel YouTube-nya dengan menampilkan berbagai karakter konyol yang ia ciptakan sendiri, termasuk menjadi Pinky Guy, sosok laki-laki yang membalut seluruh tubuhnya dengan pakaian ketat berwarna pink.

Belajar bermusik otodidak

Di balik kekonyolan dan kreativitas ide yang tidak biasa, ternyata Joji juga berbakat dalam bidang musik. Joji mengaku, sebuah lagu berjudul A Milli dari Li Wayne (2008) telah menginspirasi dirinya untuk berkarya di dunia musik.

Joji begitu bersemangat, sempat ikut kelas drum selama satu bulan, namun berhenti karena merasa tidak bisa belajar apa-apa.

Akhirnya ia mulai belajar musik secara otodidak dengan belajar lewat software GarageBand. Ia mulai belajar alat musik ukulele, piano, dan gitar.

Meski akhirnya berhasil menguasai alat-alat musik tadi, ia mengaku kalau kekuatannya bukan pada skill formal, melainkan produksi yang aneh atau beda.

Sesuai dengan ciri khas yang dimilikinya, dalam karya musiknya pun Joji tampil beda dan terkesan aneh. Karena Joji, dunia musik kini justru punya sentuhan yang baru.

Berhenti jadi YouTuber dan gabung 88rising

Walaupun sukses menjadi YouTuber dengan konten-konten nyeleneh yang dibuatnya, Joji memutuskan berhenti dan fokus untuk menjadi musisi dan penyanyi.

Artis dan musisi Jepang, Joji. (INSTAGRAM/88RISING)

  

Pada 2017, si trend maker ini memutuskan bergabung dengan label 88rising yang kemudian membuka jalan karier musiknya hingga seperti saat ini.

88rising adalah sebuah agensi yang berlokasi di Amerika dan menaungi para musisi dari Asia agar dapat lebih dikenal di Amerika dan internasional.

Bakat musik dan selera humor unik juga aneh yang dimilikinya ternyata membuat Joji punya ciri khas tersendiri. Sebagai musisi, kini nama Joji pun kian besar.

Nah, buat kalian yang juga ngidolain Joji, Prambors lagi bagi-bagi tiket THE EXTRAVAGANZA, Sabtu, 24 Oktober 2020 di Kaskus TV. Pengin tahu caranya? Langsung cek di Instagram @prambors aja ya!

Oh iya, periode kuis mulai 16 sampai 23 Oktober 2020. Jadi, buruan jangan sampai enggak kebagian!

Berita Lainnya