Musical Anhedonia Kondisi ketika Seseorang Membenci Musik

Bisa saja ia mengalami kondisi ‘musical anhedonia’, Kawula Muda!

Ilustrasi seseorang yang tengah mendengarkan musik. (FREEPIK)
Thu, 07 Jul 2022


Ketika mendengar musik, seseorang terbiasa merasakan ‘emosi’ dari musik tersebut. Misalnya saja berdansa ketika mendengar musik dengan beat cepat, menangis ketika mendengar musik yang sedih, hingga takjub dengan komposisi klasik yang rumit. 

Namun, bagi mereka yang mengalami kondisi musical anhedonia, hal tersebut tidak mungkin dilakukan, Kawula Muda. 

via GIPHY

Penelitian pun menemukan bahwa kondisi tersebut menyebabkan seseorang tidak dapat menikmati musik sebagaimana manusia pada umumnya. Mungkin saja mereka dapat menghafal dan mengerti makna lagu tersebut, tetapi emosi di dalamnya tidak dapat tersampaikan. 

The Atlantic sempat mewawancarai seseorang yang mengalami kondisi ini. Bernama Allison Sheridan, ia mengaku tidak peduli mengenai musik. Ia pun selalu mematikan radio dalam mobilnya karena terasa terganggu. 

“Musik berada di tempat yang aneh antara membosankan dan mengganggu,” tuturnya dalam wawancara tersebut dikutip pada Kamis (07/07/2022). 

Pada manusia umumnya, ketika mendengar dan menikmati musik, maka akan terjadi peningkatan detak jantung hingga konduktansi kulit. Sebagai informasi, konduktansi kulit adalah kondisi saat kulit menjadi kondektur listrik sebagai bentuk respons terhadap musik. 

Namun, dengan kondisi musical anhedonia, tidak terjadi perubahan fisiologis tersebut, Kawula Muda!

Perbedaan besar pun terjadi di bagian otak. Penelitian yang merekam aktivitas otak dengan MRI menyebut bahwa bagi mereka yang menikmati musik, maka daerah pendengaran banyak terpengaruh ketika mendengar musik. 

“Ini menunjukkan bahwa pengalaman yang Anda miliki untuk musik terkait dengan jenis pola respons saraf ini — semakin Anda memilikinya, semakin banyak interaksi antara kedua sistem itu, semakin besar kemungkinan Anda merasakan kesenangan musik,” kata Robert Zatorre, seorang ahli saraf kognitif di McGill University di Montreal dan salah satu penulis penelitian mengutip Atlantic. 

Namun, di sisi lain, orang dengan kondisi musical anhedonia tidak ditemukan perbedaan yang signifikan terkait aktivitas di otak daerah dengar ketika musik diputar. 

Berita Lainnya