Mengapa Sulit Menemukan Semprotan Toilet di Luar Negeri?

Lo tim pake tisu aja cukup atau harus ada toilet spray, Kawula Muda?

Ilustrasi bidet sprayer yang kerap ditemui di berbagai toilet Indonesia (PEXELS/MAX)
Wed, 14 Dec 2022


Setelah menyelesaikan rangkaian tur Head in the Clouds di beberapa negara Asia, rapper asal Indonesia Rich Brian kembali ke Amerika Serikat. Namun, tak lama setelahnya, ia mengunggah sebuah Instagram story yang ramai dibicarakan di media sosial. 

“Kembali ke Amerika Serikat, saya sedang membuang air besar dan mencoba mencari spray bidet. Ini akan menjadi sulit,” tulisnya pada story tersebut. 

Rich Brian keluhkan tidak adanya bidet spray di Amerika Serikat (RICH BRIAN)

 

Di Indonesia, sudah biasanya rasanya mendapat toilet yang menyediakan bidet spray maupun toilet sprayer atau setidaknya terdapat sebuah ember air dan gayung untuk cebok usai buang air. 

Namun, hal yang biasa di Indonesia tersebut, rupanya menjadi tidak biasa di negara-negara luar sana. Amerika dan Eropa hingga kini masih mengutamakan penggunaan tisu toilet. Bahkan, di beberapa negara Asia, termasuk China dan Singapura, masih minim kehadiran bidet spray terutama di toilet tempat umum. 

Pembicaraan mengenai sedikitnya negara yang tidak memiliki toilet sprayer atau bidet sprayer pun kembali terjadi. Sebenarnya, mengapa terdapat negara yang hingga kini tidak mengadopsi alat tersebut?

Perkembangan Bidet Spray

Ilustrasi bidet tradisional (THE ATLANCTIC)

 

Bidet Spray lahir pada era 1600 di Prancis. Saat itu, bidet terbuat dari kayu dan belum otomatis seperti saat ini. Bidet berperan sebagai penampung air yang kemudian diduduki setelah buang air. Saat itu, bidet hanya digunakan oleh kaum bangsawan serta keluarga kelas atas karena merasa perlu menjadi lebih bersih. 

Namun, di Amerika terdapat stereotip negatif terkait alat sanitasi yang satu ini. Pada masa Perang Dunia II di Eropa, bidet spray baru mulai dikenal masyarakat Amerika. 

Saat itu, para tentara Amerika ditugaskan ke Eropa. Mereka pun kerap melihat bidet di kamar mandi dan malah mengasosiasikannya dengan pekerja seks. Karena itulah, pada masa lalu, prajurit malah merasa mual ketika melihat perlengkapan sanitasi tersebut ketika kembali dari perang. 

Setelahnya, bidet menjadi tabu di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya. Selain kerap dihubungkan dengan pekerja seks, bidet juga seolah mengingatkan keborosan dan seksualitas Prancis. 

Terbang jauh di Asia, Jepang memiliki pandangan yang berbeda terhadap alat tersebut. Toto, sebuah perusahaan Jepang, mulai mengembangkan bidet spray menjadi lebih modern sehingga mudah digunakan. Di Indonesia dan berbagai negara, bidet elektrik yang digunakan adalah hasil modernisasi alat tersebut. 

Walau begitu, masih sulit bagi Amerika Serikat untuk mengadopsi perkembangan teknologi tersebut. Selain karena terbiasa menggunakan tisu, alasan lainya adalah kamar mandi yang tidak kompatibel dengan bidet sprayer. 

Karena itulah, bidet spray masih jarang sekali ditemukan di beberapa negara, terutama Amerika Serikat. 

Berita Lainnya