SMA Swasta Vs SMA Negeri, Mana Sekolah yang Lebih Oke?

Negeri atau Swasta, Lo pilih yang mana?

SMA De Britto (HARIAN JOGJA)
Tue, 18 Oct 2022


SMA merupakan tempat bagi setiap orang meraih pendidikan dan mencari jati diri. Bagi banyak orang, SMA menjadi salah satu masa terbaik dalam hidupnya. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya film, lagu, dan cerita yang kerap meromantisasi masa-masa SMA. 

Di balik kisah-kisah SMA yang disajikan, tiap SMA memiliki budaya dan kulturnya masing-masing. Perbedaan ini bisa dikategorikan ke dalam dua kelompok, SMA Swasta dan SMA Negeri. 

SMA Negeri merupakan sekolah yang dioperasikan oleh negara (pemerintah) dengan segala fasilitas gratis menggunakan dana subsidi dari pemerintah. Setiap fasilitas yang tersedia di SMA Negeri seluruhnya dibiayai oleh pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia dalam merengkuh bangku pendidikan yang layak. 

Sedangkan SMA Swasta merupakan sekolah yang dioperasikan oleh pihak swasta dan didanai sepenuhnya secara mandiri oleh pihak pemilik sekolah tersebut. Tentunya juga ada iuran dari peserta didik.

SMA Swasta dan SMA Negeri memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal-hal ini pula yang menjadi nilai jual dari kedua jenis sekolah untuk bisa menjadi tempat yang dituju oleh masyarakat Indonesia dalam mendapatkan pendidikan. 

Berikut perbedaan dari SMA Swasta dan SMA Negeri:

1. Biaya

Mata uang Republik Indonesia, Rupiah. (PERURI)

 

Perbedaan mendasar antara SMA Swasta dan SMA Negeri yang sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat luas adalah pada biaya yang perlu dikeluarkan. SMA Negeri yang pada dasarnya mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk bisa memfasilitasi murid-muridnya dalam kegiatan belajar-mengajar tentu memiliki biaya yang lebih murah daripada SMA Swasta. Beberapa SMA Negeri bahkan tidak menarik dana sepeser pun kepada para muridnya.

Karena seluruh fasilitas disediakan oleh pemerintah, fasilitas SMA Negeri pun bersifat umum dan kurang memadai ketimbang SMA Swasta. Tapi tenang Kawula Muda, perbaikan pendidikan yang dilakukan pemerintah sekarang ini juga sudah mulai menyediakan fasilitas yang setara dengan Swasta, kok.

2. Kurikulum 

SMA Negeri yang dikelola oleh pemerintah tentu memiliki kurikulum yang seragam. Setiap SMA Negeri memiliki kurikulum yang sama yang ditentukan oleh pemerintah dan mengacu pada sistem pendidikan nasional. Berbeda dengan SMA Swasta yang biasanya dikelola oleh yayasan, SMA Swasta umumnya menerapkan kurikulum yang mendukung dan menstimulasi keaktifan murid dalam kegiatan belajar mengajar. 

3. Fasilitas 

ilustrasi fasilitas sekolah di St. Andrew Junior College Singapore (unsplash/Nguyen Thu Hoai)

 

SMA Swasta yang didanai secara mandiri oleh pihak pemilik yayasan atau sekolah umumnya memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan lebih berkualitas. Fasilitas ini tentunya didapatkan dari biaya sekolah yang cukup mahal jika dibandingkan dengan SMA Negeri.

Tak jarang, SMA Swasta dengan biaya mahal akan menyediakan fasilitas tambahan seperti kolam renang, ruang gym, laboratorium sampai transportasi jemputan sekolah.

4. Motivasi Belajar

ilustrasi belajar di sekolah (unsplash/mimi thian)

 

SMA Swasta umumnya memiliki tes masuk yang tidak lebih sulit daripada SMA Negeri. Hal ini dikarenakan SMA Swasta tidak terikat pada aturan zonasi yang dibentuk pemerintah untuk seluruh sekolah negeri. Namun demikian, hal ini juga yang kerap menjadikan murid dari SMA Swasta kurang termotivasi dalam belajar dibandingkan dengan murid dari SMA Negeri yang harus berlomba mendapatkan sekolah terbaik.

Tapi jangan salah Kawula Muda, beberapa SMA Swasta juga mempunyai standarisasi dan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi calon siswa untuk masuk ke sekolah tersebut.  

5. Guru dan Murid

ilustrasi guru dan murid di dalam kelas (unsplash/kenny eliason)

 

Perbedaan dari kedua jenis SMA ini juga terdapat pada guru dan murid yang ada di dalamnya. Jumlah guru dan murid pada SMA Negeri cenderung sama pada setiap kelasnya dengan tiap kelasnya umumnya berisikan satu guru dan 30-40 murid. Rasio perbandingan jumlah murid dan guru pada SMA Negeri juga sudah ditentukan dan diseragamkan oleh Dinas Pendidikan. 

Pada SMA Swasta jumlah murid dari setiap kelasnya biasanya lebih sedikit jika dibandingkan dengan SMA Negeri. SMA Swasta umumnya tidak menyertakan lebih dari 30 orang murid pada tiap kelasnya dengan alasan agar interaksi murid dengan guru bisa lebih dinamis.

6. Pergaulan

ilustrasi pergaulan SMA Negeri (unsplash/gading ihsan)

 

SMA Negeri yang disubsidi oleh pemerintah dalam memfasilitasi dan menjalankan kegiatan belajar mengajar menjadikan SMA Negeri umumnya memiliki jangkauan yang lebih luas karena mampu menampung banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hal ini juga menjadikan murid-murid dari SMA Negeri memiliki kesempatan lebih dalam memahami dan mempelajari toleransi serta keberagaman. Berbeda dengan SMA Swasta yang umumnya lebih homogen dan eksklusif, baik secara ekonomi, agama, maupun kelompok lainnya. 

Baik SMA Swasta maupun SMA Negeri, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing seperti yang sudah Prambors sebutkan di atas. Kalau lo ingin tahu lebih lanjut tentang SMA Swasta dan SMA Negeri, bisa ikuti Mangkal on Skul: Battle of Putih Abu-Abu, kuis cerdas cermat yang tayang di on air Prambors. Di sana, Prambors akan mempertemukan banyak sekolah SMA sederajat dari berbagai latar belakang dan seru-seruan bareng untuk dapatkan hadiah puluhan juta rupiah! Yuk check di sini Kawula Muda.

Berita Lainnya