Ternyata Lama Waktu Tidur Harus Disesuaikan dengan Usia Lho!

Hai Kawula Muda, ngantuk terus sepanjang hari? Jangan-jangan kalian masuk golongan bayi tuh!

Ilustrasi orang sedang tidur sambil memegang alarm. (FREEPIK)
Wed, 07 Oct 2020

Kebutuhan waktu tidur setiap orang bisa berdeda-beda tergantung banyak faktor, terutama usia.

Melansir Harvard Medical School, bayi yang baru lahir jam tidurnya masih belum menentu. Hal itu dikarenakan aktivitas bayi baru lahir sepanjang hari umumnya hanya tidur dan makan (menyusu).

Setelah bayi menginjak usia tiga bulan, pola tidurnya mulai terbentuk. Pada usia ini bayi mulai belajar tidur lebih lama pada tiap kali waktu tidurnya.

Seiring meningkatnya aktivitas si kecil, waktu tidur siang anak balita juga semakin berkurang atau pendek. Mereka lebih lama tidur di malam hari.

Di usia enam atau tujuh tahun, banyak anak-anak mulai tidak tidur siang. Kemudian saat remaja, siklus tidur umumnya sudah terpola dan menetap. Namun, waktu tidur mereka mulai dipengaruhi ritme atau irama sirkadian yang mengatur kapan seseorang bangun, tidur, makan, dan sebagainya.

Perubahan tersebut membuat waktu tidur anak remaja berkurang, dari sebelum berusia 12 tahun. Anak remaja mulai tidur larut malam dan bangun agak siang.

Namun, tuntutan sekolah terkadang membuat si remaja harus bangun awal. Hal itu berakibat siklus sirkadian mulai terganggu dan mulailah muncul masalah seputar tidur.

Perubahan waktu tidur juga akan terjadi saat seseorang mulai masuk fase lanjut usia (lansia). Pada fase ini waktu tidur lansia dipengaruhi homeostatis (keseimbangan internal tubuh yang mengatur seseorang tetap terjaga) dan waktu biologis seseorang.

Rekomendasi lamanya waktu tidur berdasarkan usia

Mengutip dari laman kesehatan Health Line, waktu istirahat yang tepat dan ideal akan berpengaruh pada tubuh menjadi fit saat bangun tidur dan dapat menjalani hari dengan maksimal.

National Sleep Foundation membagi 9 kelompok usia dengan rekomendasi lama waktu tidur yang dibutuhkannya.

Bayi baru lahir masih sangat membutuhkan waktu tidur yang lama dan nyaris sepanjang hari. (FREEPIK)

 

Bayi baru lahir (0-3 bulan) butuh 14-17 jam tidur per hari.

Bayi (4-11 bulan) butuh 12-15 jam tidur per hari.

Batita (1-2 tahun) butuh 11-14 jam tidur per hari.

Anak pra sekolah (3-5 tahun) butuh 10-13 jam tidur per hari.

Anak usia sekolah (6-13 tahun) butuh 9-11 jam tidur per hari.

Remaja (14-17 tahun) butuh 9-11 jam tidur per hari.

Orang dewasa muda (18-25 tahun) butuh 7-9 jam tidur per hari.

Dewasa (26-64 tahun) butuh 7-9 jam tidur per hari.

Orang lanjut usia ( di atas 65 tahun) butuh 7-8 jam tidur per hari.

Orang lanjut usia semakin sedikit kebutuhan akan lama waktu tidurnya. (FREEPIK)

  

Meski data tadi adalah yang direkomendasikan, dijelaskan juga kalau waktu tidur ideal tiap orang bisa bervariasi.

Menurut Kementrian Kesehatan, waktu tidur yang dibutuhkan di usia 18-60 tahun hanya sekitar 7-8 jam. Usia di atas 60 tahun hanya butuh 6 jam waktu tidur dalam sehari.

Secara alami, jam tidur para lansia semakin sedikit dan membuat mereka bangun sangat pagi, dan tidur di awal malam.

Selain faktor usia, waktu tidur juga bisa berubah karena faktor hormon dan masalah fisik serta mental. Perubahan hormon pada wanita haid, hamil, dan menopause membuat mereka mangalami susah tidur.

Tak hanya itu, masalah kesehatan fisik dan mental juga rentan menyebabkan insomnia sehingga jam tidur jadi lebih pendek.

Jadi bagaimana, sudah pas belum waktu tidur kalian?

Berita Lainnya