IDAI Sebut WFH Bukan Solusi Penurunan Polusi Udara di Jakarta

Lalu solusinya apa?

Ilustrasi work from home (WFH). (PIXABAY)
Mon, 21 Aug 2023

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa, perencanaan pemberlakuan kebijakan work from home (WFH) bukanlah solusi atas persoalan polusi udara yang terjadi di DKI Jakarta.

IDAI menilai bekerja secara work from home (WFH) itu bukanlah solusi atas persoalan polusi udara yang terjadi di DKI Jakarta. Akan lebih efektif jika transportasi publik dibenahi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Sebenarnya polusi udara ini bukan masalah baru. Alih-alih menerapkan WFH, yang lebih penting adalah pembenahan transportasi publik," kata Darmawan Budi Setyanto selaku Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) respirasi IDAI dalam webinar dikutip dari Republika, Jumat (18/08/2023).

Maka dari itu, pihaknya mulai mendorong dengan adanya pembenahan moda transportasi publik sehingga masyarakat berkeinginan untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

"Namun, jika indeks kualitas udara Jakarta segitu-gitu juga berarti tidak ada situasi yang baru," ucap Darmawan Budi Setyanto.

IDAI juga mendorong para pembuat kebijakan untuk terus melihat data indeks kualitas udara di DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir, sehingga jika terjadi peningkatan yang tajam pada nilai polusi udara, perlu diambil tindakan dengan segera.

Perihal polusi udara di Jabodetabek yang kian memburuk Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menanggapi dengan mendorong adanya sistem kerja secara hybri hingga work from home (WFH).

“Jika diperlukan, kita harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working, work from office dan work from home mungkin. Saya tidak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini, apakah (jam kerja) 7-5, 2-5, atau angka yang lain,” ucap Jokowi.

Selain kualitas udara menurun akibat polusi, pemerintah juga menilai  musim kemarau yang panjang hingga penggunaan sumber energi yang berasal dari batu bara juga menjadi faktor pemicu buruknya kualitas udara di Jabodetabek.

Stasiun MRT Jakarta (TWITTER/mrtjakarta)

 

Berdasarkan data dari IQAir, Jakarta, Indonesia pada hari Senin (21/08/2023) per pukul 12.00 WIB, berada di angka 157 AQI US Indeks AQI ini menyatakan kondisi udara Jakarta bisa disebut Tidak Sehat.

Darmawan juga mengungkapkan terkait persoalan WFH polusi udara ini berbeda dengan situasi darurat pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat harus bekerja dari rumah guna menghindari kasus penyebaran virus.

“Kita baru saja mengalami situasi yang mengharuskan work from home itu adalah situasi pandemi. Situasi pandemi ini bukan urgensi lagi tetapi emergency sehingga kita harus benar-benar selama waktu yang cukup panjang tinggal dalam rumah, bekerja dari rumah,” ungkap Darmawan.

Berita Lainnya