Tarif Parkir Rp60.000 per Jam di DKI, Berlaku untuk Siapa Saja?

Kawula Muda, tarif parkir di DKI Jakarta makin mahal aja nih

Tarif parkir tertinggi Rp60.000 per jam (INSTAGRAM/UP_PERPARKIRANDISHUB)
Wed, 23 Jun 2021

Tarif parkir mobil di Jakarta akan naik hingga Rp60.000 per jam, yang sebelumnya hanya Rp9.000 berdasarkan Pergub DKI Jakarta No. 31 Tahun 2017.

Awalnya, tarif parkir ini diusulkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di Jakarta.

Tarif Rp60.000 per jam itu merupakan tarif parkir progresif atau sanksi tarif parkir tertinggi untuk kendaraan yang belum melakukan uji emisi, tidak lolos uji emisi, serta yang belum membayar pajak.

Uji emisi ini pun telah diatur dalam Peraturan Gubernur No. 66 Tahun 2020 dan wajib dilakukan untuk kendaraan yang berusia lebih dari tiga tahun.

Uji coba tarif parkir hingga Rp60.000 per jam ini sudah dimulai di tiga titik di Jakarta, yaitu lapangan parkir Ikatan Restoran dan Taman Mini Indonesia (IRTI), lapangan parkir Samsat dan Blok M Square.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa langkah tersebut sekaligus untuk meninjau kemungkinan penerapan kenaikan tarif parkir tinggi di seluruh lintasan koridor utama layanan angkutan umum di ibu kota.

Ilustrasi parkir di Jakarta. (Dok. REPUBLIKA)

Pasalnya, ada tiga lokasi lainnya yang akan menerapkan tarif parkir tertinggi dalam waktu dekat. Syafrin juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan pengguna parkir, masyarakat pengelola parkir, serta pemerhati dan pakar.

Soal kapan tarif tersebut mulai diberlakukan, Kepala Unit Pengelola Perparkiran di DKI Jakarta, Aji Kusambarto menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak bisa langsung diterapkan, mengingat adanya proses panjang yang harus dilalui seperti sosialisasi, revisi, dan memutuskan secara final. Terlebih lagi dengan adanya kasus COVID-19 yang terus meningkat.

Menurut kamu, tarif tertinggi Rp60.000 per jam ini keputusan yang tepat enggak untuk membawa ibu kota jadi lebih ramah lingkungan? 


Berita Lainnya