Viral Sampah Berserakan di Jalur Pendakian, Ini Solusi Warganet dan Operasional Gunung Merbabu

Hei pendaki gunung, bawa pulang kembali Sampahmu Ya!

Sampah berserakan di pos 2 jalur pendakian Suwanting, Gunung Merbabu (TWITTER/Famega Syavira Putri)
Tue, 08 Mar 2022



Pada awal Maret 2022, salah satu topik yang sempat trending di media sosial Twitter adalah ‘Gunung Merbabu’. Hal itu terkait dengan banyaknya sampah yang berserakan di jalur pendakian gunung berapi Jawa Tengah tersebut.

Akun Twitter Famega Syavira Putri pada awalnya membagikan dokumentasi sampah-sampah yang dikumpulkan di jalur pendakian Suwanting. 

“Halo pendaki, tolong kalau naik gunung bawa kembali sampahmu. Kalau cuma bisa mengotori gunung mendingan diem di rumah aja,” cuit Famega pada Kamis (03/03/2022). 

Cara membuang sampah di Gunung yang benar

Menanggapi hal tersebut, banyak warganet mencuit solusi yang dapat dilakukan oleh pihak operasional Gunung Merbabu, misalnya dengan ‘cek logistik’. Budaya ‘membawa pulang sampah masing-masing’ di kalangan pendaki juga ramai dibicarakan pada kolom komentar unggahan tersebut. 

Salah satu warganet pun memberikan contoh sistem yang berlaku di gunung Sumbing dan Sindoro. Para pendaki harus melakukan cek logistik sebelum berangkat dan setelah turun. Cek logistik tersebut akan menghitung dan memastikan sampah yang dibawa ketika naik, akan dibawa pulang juga oleh sang pendaki. Kemudian, apabila terdapat sampah yang kurang, sang pendaki akan mendapat penalti dari pihak pengelola. 

Sementara itu, pihak pengelola Gunung Merbabu pun angkat suara. Lewat akun Instagramnya, mereka mengatakan telah melakukan pertemuan antara pelaku usaha, operator, para pemandu, serta pengelola base camp jalur pendakian Suwanting. Kesepakatannya, mereka akan memperkuat pengecekan dan menambah petugas di sepanjang jalur pendakian. 

Akibat fatal buang sampah sembarangan

Sampah memang menjadi musuh besar alam. Salah melempar sebuah botol plastik, diperlukan waktu bertahun-tahun hingga berabad-abad agar botol tersebut meluruh. Padahal, pada proses tunggu tersebut, sampah mampu mengancam keseimbangan ekosistem alam. Misalnya saja kabar bahwa ada seekor anak macan yang mati tersedak akibat sampah 2013 lalu di Gunung Gede Pangrango.

“Efek jangka panjangnya akan lebih parah lagi, ketika hewan yang kita sebut mangsa dalam hierarki rantai makanan bergeser ke spot sampah, pemangsa pun ikut bergeser, karena sebenarnya mereka tidak mencium mangsa lagi, mereka mengalami pergeseran yang akhirnya bisa kontak fisik dengan pendaki," papar salah satu founder Trashbag Community, Ragil Budi Wibowo dikutip dari Detik pada Selasa (08/03/2022).

Berita Lainnya