Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jul 22 2021

    “Butter” BTS Dituding Hasil Plagiat Lagu Games “Monster in My Pocket”, Komposer Ini Buka Suara!

    Kawula Muda, warganet menilai ada kemiripan di antara kedua lagu tersebut.

    BTS, boygroup Korea Selatan. (FACEBOOK/BTS)

    Baru-baru ini, lagu berbahasa Inggris kedua milik BTS, Butter, sempat menjadi topik perbincangan hangat warganet Korea. Mereka menilai kalau lagu Butter memiliki kemiripan nada dengan salah satu soundtrack di sebuah game lawas.

    Melalui salah satu thread di Pann, Butter dianggap memiliki kesamaan melodi dengan lagu games Monster in My Pocket – Stage 4 Towering Catastrophe yang dirilis oleh Nintendo pada 1992.

    Kabar tersebut semakin panas ketika sebuah artikel berita Jepang diterbitkan oleh Wow! Korea mengangkat isu kemiripan kedua lagu tersebut. Media tersebut juga memasukan petikan komentar dari komposer lagu Towering Catastrophe.

    “Terdengar hampir sama, itu lebih dari hanya sekedar sampling,” begitu petikan komentar yang diunggah oleh media tersebut.

    Namun, setelah artikel itu dirilis, sang komposer lagu Towering Catastrophe langsung melakukan klarifikasi melalui halaman blognya. Dalam unggahannya, komposer tersebut menuliskan bahwa dia tahu tentang BTS, tetapi belum pernah mendengar lagu Butter.

    Ketika dia menemukan berita tentang kesamaan lagu Butter dengan lagu buatannya, dia langsung mendengarkan lagu tersebut.

    Saat itu, dia langsung berpikir bahwa melodi dari kedua lagu tersebut terdengar serupa, tetapi menurutnya itu hanyalah sebuah kebetulan.

    “Saya melihat artikel yang dirilis, di situ saya disebutkan telah mengatakan,’ini lebih dari sekadar pengambilan sampling’. Padahal saya tidak mengatakan itu,” tulis sang komposer.

    Sang komposer juga membantah bahwa dirinya telah menuduh BTS telah melakukan plagiarisme dalam lagu Butter. Dia juga menambahkan bahwa kini dia tidak lagi memiliki hak atas lagu video game itu, karena lagu itu telah menjadi milik pengembang video game, Konami.

    Editor Team

    COMMENT