Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jul 01 2021

    Justin Bieber Dituduh Plagiat Logo Duo EDM Justice untuk Cover Album “Justice”

    Kawula Muda, kalau menurut kalian bagaimana?

    Penyanyi Kanada, Justin Bieber. (INSTAGRAM/JUSTIN BIEBER)

    Perselisihan soal kemiripan logo yang berujung pada tuduhan plagiat telah sering terjadi selama bertahun-tahun di berbagai kalangan, termasuk yang terjadi baru-baru ini antara Kanye West (Yeezy) dan Walmart, atau Chanel dan Huawei.

    Kasus serupa kini terjadi antara Justin Bieber dan grup EDM asal Prancis bernama Justice. Duo yang terdiri dari Gaspard Augé dan Xavier de Rosnay itu menuduh Justin Bieber telah melakuan plagiarisme terhadap logo mereka untuk cover album keenam Justin, “Justice”.

    Desain cover album “Justice” milik Justin Bieber memang memiliki kemiripan dengan logo grup Justice. Keduanya sama-sama menampilkan kata ‘Justice’ dengan huruf ‘T’ yang berbentuk seperti salib.



    Meskipun mirip, terdapat beberapa perbedaan antara kedua desain. Logo grup Justice ditampilkan dalam gaya lebih dekoratif seperti tulang dengan ujung yang runcing, sedangkan logo album Justin Bieber lebih tebal dengan ujung datar.

    Dalam wawancaranya dengan majalah The Guardian baru-baru ini, Gaspard Augé mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak manajemen Justin Bieber yang dianggap sengaja meniru logo mereka.

    "Jelas, kami memang tidak punya hak milik atas kata 'Justice' dan simbol salib. Tetapi, manajemen (Justin Bieber) menghubungi kami terlebih dahulu untuk menanyakan dari mana logo kami berasal, jadi ini bukan hal kebetulan yang tidak menyenangkan. Bagiku, ini adalah pencurian yang sangat disengaja. Dan di situlah letak masalahnya,” kata Gaspard mengutip The Guardian terbitan 26 Juni 2021.

    "Meskipun Bieber berasal dari Kanada, tindakannya sesuai dengan pola pikir hegemoni Amerika: 'Oh well, (Justice) itu hanya band kecil dari Prancis, aku yakin kami bisa mengambil nama mereka, tidak ada orang yang akan peduli’,” kata dia lagi.

    Pernyataan ini muncul selang tiga bulan sejak Justice pertama kali melayangkan surat somasi kepada Justin Bieber untuk berhenti menggunakan logo mereka pada Maret lalu.

    Namun, menurut laporan dari majalah Rolling Stone, manajemen Justin Bieber melalui tim kuasa hukumnya telah menolak somasi tersebut.

    Surat somasi tersebut kurang lebih berbunyi “Penggunaan logo yang Anda lakukan adalah ilegal. Anda belum menerima izin dari Justice untuk menggunakan logo tersebut. Selain itu, karya (Justin) Bieber sama sekali tidak berafiliasi dengan, didukung, atau disponsori oleh Justice. Penggunaan logo tersebut tidak hanya ilegal tetapi juga dapat mengelabui dan membingungkan konsumen”.

    Hal “membingungkan” yang dimaksud adalah munculnya spekulasi di kalangan penggemar bahwa terdapat kolaborasi antara Justin Bieber dan Justice di album barunya.

    Sejak Justin Bieber pertama kali mengumumkan album “Justice” pada Februari l2021, Justice mengaku menerima banyak pesan dari penggemar mereka yang menanyakan “Apakah (album Justin Bieber) adalah kolaborasi dengan Justice?” karena kemiripan logo tersebut.

    Dalam somasinya, Justice juga menyertakan e-mail tertanggal 29 April 2020, di mana seseorang dari manajemen Justin Bieber menghubungi manajemen Justice untuk meminta dihubungkan dengan desainer logo Justice agar mengerjakan proyek Justin Bieber.

    “Kami sedang berusaha menemukan desainer yang mengerjakan logo untuk Justice. Kami harap kalian dapat membantu untuk mengarahkan kami ke arah yang benar,” bunyi email tersebut.

    Dalam email lainnya, sang desainer kemudian mengirimkan pesan kepada manajemen Justin Bieber berisi, “Saya bersedia mendiskusikan tentang desain logo minggu depan”. Namun, pesan tersebut tidak mendapat tanggapan dari majamenen Justin saat itu.

    Editor Team

    COMMENT