Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jul 01 2021

    Lucy Dacus Menguak Diari Masa Kecilnya Lewat Album “Home Video”

    Kawula Muda, yang pengin kenalan sama Lucy wajib baca ini.

    Lucy Dacus, musisi Amerika Serikat. (INSTAGRAM/LUCY DACUS)

    Disadari atau tidak, setiap orang memiliki kisah masa kecil yang berpengaruh terhadap kehidupan saat ini. Tak selalu manis, kenangan masa lalu terkadang juga mengandung kesedihan dan penyesalan, yang membuat banyak orang ingin melupakannya.

    Namun, tak demikian dengan Lucy Dacus, penyanyi sekaligus penulis lagu indie rock asal Amerika sekaligus rekan satu grup Phoebe Bridgers dan Julien Baker di band Boygenius.

    Musisi berusia 26 tahun itu justru menggunakan kisah masa kecilnya sebagai inspirasi untuk album ketiganya “Home Video” yang baru saja dirilis pada 25 Juni 2021.

    Kepada The New York Times, Lucy mengungkapkan bahwa dia menggunakan diari masa kecilnya untuk membuat album tersebut.

    Seluruh materi yang ia tulis untuk album “Home Video” bersumber dari jurnal yang ia simpan dengan setia sejak berusia 7 tahun.

    LUCY DACUSLucy Dacus, penyanyi dan pencipta lagu asal Amerika Serikat. (INSTAGRAM/LUCY DACUS)

     

    Tidak mengherankan jika 11 lagu dalam album tersebut berisi banyak hal mulai dari eksplorasi kedewasaan, persahabatan yang mendalam, kisah cinta, kesedihan, humor, hingga kisah kelam.

    Lucy mengaku bahwa album ini merupakan rekamannya paling intim dan paling jujur yang pernah ia buat sejauh ini. Lebih pribadi dibandingkan album sebelumnya, “No Burden” (2016) dan “Historian” (2018).

    “Aku memang sengaja berbicara secara terus terang di album ini, tentang hal-hal yang sebenarnya terjadi, karena aku belum pernah melakukannya,” kata penyanyi yang saat ini tinggal di Philadelphia tersebut.

    Lucy mulai menulis lagu untuk album “Home Video” sejak 2017. Saat itu ia membaca jurnal lawasnya untuk memeriksa keakuratan memorinya. Namun, hal itu justru berujung pada kebingungan karena apa yang ditulisnya dan apa yang ada dalam memorinya tidak sama.

    “Ketika aku sedang menulis semua lagu, aku akan memikirkan memori tertentu dan kemudian hanya akan mencari satu entri itu (di jurnal). Dan rasanya aneh melihat bagaimana memori dan dokumentasinya berbeda,” kata Lucy.

    Lucy menyadari bahwa ketika ia masih kecil, apa yang ditulisnya bukanlah enkapsulasi fakta yang sempurna. Dia kemudian mengandalkan ingatannya dan mulai mengetik ulang jurnalnya saat masa awal lockdown.

    Ia menulis kembali diarinya mulai dari cerita di tahun-tahun awal ketika duduk di sekolah dasar hingga usia 16 tahun. Ia berhenti ketika tulisannya telah mencapai sekitar 100.000 kata.

    “Rasanya otakku hampir sepeti printer yang sangat kacau dan telah mencetak halaman yang sama selama beberapa tahun, dan kemudian keluar sebagai sebuah lagu,” ungkap penyanyi kelahiran Virginia itu.

    Hasilnya, album “Home Video” menjadi semacam autobiografi dan story telling yang dikemas dalam bentuk musik, dengan berbagai macam cerita di dalamnya.

    Di situ tertulis ketidakrelaan Lucy jika temannya menikah di lagu Christine, kisahnya sebagai anak gereja di lagu VBS yang merupakan akronim dari Vacation Bible School, hingga cerita emosional tentang keburukan ayah temannya di lagu Thumbs.

    Editor Team

    COMMENT