Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 15 2021

    Menang VMA di Kategori Latin, Billie Eilish dan Rosalía Malah Panen Kritikan

    Kawula Muda, apa alasannya, ya?

    Penyanyi dan penulis lagu Amerika, Billie Eilish. (TWITTER/MTV)

    MTV Video Music Awards (VMA) 2021 baru saja menobatkan Billie Eilish dan Rosalía sebagai pemenang Best Latin Video untuk lagu mereka Lo Vas A Olvidar.

    Lagu tersebut menyaingi single dari para superstar Latin, yaitu Girl Like Me (Shakira dan Black Eyed Peas), Hawái (Maluma), Dakiti (Bad Bunny dan Jhay Cortez), Un Dia (One Day) (J Blavin, Dua Lipa, Bad Bunny, dan Tainy), dan Bichota (Karol G).

    Namun, kemenangan Billie dan Rosalía di kategori Latin justru mendapat banyak kritikan. Alasannya, alih-alih memberikan penghargaan kepada artis berdarah Amerika Latin, MTV justru memenangkan dua artis yang sama sekali tidak memiliki darah keturunan dari wilayah tersebut. Billie merupakan keturunan Iralndia dan Skotlandia, sedangkan Rosalía adalah orang Spanyol.

    Warganet beramai-ramai meluapkan kekecewaan mereka di media sosial Twitter. Ada yang menyebut bahwa kemenangan Billie dan Rosalía merupakan bentuk penghinaan terhadap para musisi berdarah Latin. Ada pula yang membuat meme berisi sindiran bahwa keputusan tersebut tidaklah adil.

    “Fakta bahwa Billie Eilish dan Rosalía menang Best latin di VMA rasanya seperti sebuah penghinaan,” tulis seorang pengguna twiter @Southparks_.

    “Rosalía dan Billie jadi pemenang Best Latin padahal tahu betul bahwa mereka adalah dua perempuan dari ras kulit putih (bukan Latin),” kata akun lain @whorelokitty.

    Di sisi lain, seorang pengguna lain menunjukkan fakta bahwa penentuan pemenang kategori tersebut bukanlah berdasarkan keputusan juri melainkan hasil voting penggemar. Para penggemarlah yang sebenarnya membuat mereka menang.

    “Dua perempuan berkulit putih memenangi penghargaan Latin. Kalian semua (penggemar) yang melakukan ini. Aku bisa menunjukkan kalian apa itu arti kebebasan, tapi kalian tidak akan menyukainya,” akun @S_Evangelina mengomentari.

    Ini bukan pertama kalinya VMA maupun ajang penghargaan musik lain dikritik karena adanya bias rasial dan isu diversitas.

    Pada 2015, Nicki Minaj melayangkan komplain ke VMA karena tidak menominasikan video Anaconda miliknya di kategori Best Choreography dan Video of the Year, padahal saat itu video tersebut sangat populer.

    Dalam gelaran Grammy 2014, kecaman muncul karena Macklemore & Ryan Lewis (berkulit putih) menang Best Rap Album, mengungguli Kendrick Lamar (berkulit hitam).

    Pada 2020, Billie Eilish menyapu bersih penghargaan di kategori big four Grammy. Para kritikus menilai bahwa kemenangan tersebut adalah karena Billie berkulit putih.

    Sementara itu, Rosalía sebelumnya menghadapi kecaman keras karena mengambil alih budaya Amerika Latin dan Afro Karibia padahal dia berasal dari Spanyol.

    Hingga artikel ini dimuat, belum ada tanggapan resmi baik dari pihak Billie maupun Rosalía terkait hal ini.

    Editor Team

    COMMENT