Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 28 2021

    The Weeknd Kembali Tersandung Kasus Plagiarisme karena Lagu “Call Out My Name”

    Hai Kawula Muda, The Weeknd tersandung kasus lagi nih.

    Penyanyi asal Kanada, The Weeknd. (INSTAGRAM/THE WEEKND)

    Di tengah kesibukannya mempersiapkan album baru lanjutan dari “After Hours”, Abel Tesfaye alias The Weeknd justru tersandung kasus plagiarisme.

    Penyanyi asal Kanada itu dilaporkan atas kasus pelanggaran hak cipta karena lagunya yang berjudul Call Out My Name dinilai memiliki kesamaan dengan lagu milik duo elektro house bernama Epikker, yang berjudul Vibeking.

    Duo Epikker yang terdiri dari Suniel Fox dan Henry Strange menuntut Abel beserta rekan penulis lagu Call Out My Name yaitu Frank Dukes dan Nicolas Jaar, pihak penerbit, dan Universal Music Group ke pengadilan federal California, Amerika Serikat.

    Meski lagu Vibeking saat ini tidak tersedia untuk umum, rekaman tersebut telah ditinjau langsung oleh majalah Billboard. Menurut laporan Billboard, kedua lagu memiliki tanda waktu dan tempo yang sama.

    Epikker juga mengklaim bahwa walaupun Vibeking dan Call Out My Name memiliki tanda kunci yang berbeda, keduanya memiliki melodi hook yang identik berdasarkan scale degrees-nya. Hal ini terdengar jelas ketika The Weeknd menyanyikan lirik: “so, call out my name”.

    Berdasarkan dokumen gugatan, Vibeking pertama kali dibuat pada April 2015 dan diterbitkan sekitar April atau Mei 2017, sedangkan Call Out My Name resmi dirilis pada Maret 2018 sebagai bagian dari EP “My Dear Melancholy”.

    THE WEEKNDThe Weeknd menjadi pemenang terbanyak dalam ajang Billboard Music Awards 2021. (TWITTER/BILLBOARD MUSIC AWARDS)

    Epikker mengaku bahwa sekitar April 2015, mereka mengirim Vibeking ke PNDA, salah satu engineer The Weeknd, agar dia menunjukkan lagu itu ke The Weeknd.

    PNDA kemudian memberi tahu ke salah satu penulis Vibeking bahwa The Weeknd telah mendengarkan lagu tersebut dan membalas ke email dengan menuliskan “shits fiiiire” sebagai bentuk pujian.

    Selanjutnya, PNDA memberi kabar kepada Henry Strange bahwa mereka ingin memberi tahu The Weeknd bahwa tim produksinya yang menulis lagu itu, tanpa membawa-bawa nama Epikker dengan alasan The Weeknd tidak mengenal Henry.

    “(Kami) hanya ingin memberi tahu (The Weeknd) kalau tim produksi kami lah yang menulis trek ini. Bagaimana? Kamu punya ide lain? (Kami) hanya tidak ingin bilang padanya ‘Hey, (Henry) yang menulis ini, padahal dia tidak mengenalmu’,” tulis PNDA ke Henry.

    Henry lantas membalas, “Dia (The Weeknd) kenal aku. Bilang saja dua-duanya, ‘Henry yang yang rambutnya dikuncir, kamu bertemu dengannya di turnya Drake. Dia (juga) jadi bagian dari tim produksi kita’.”

    Setelah percakapan ini, para penulis Vibeking tidak menerima lisensi atau persetujuan apapun dari tim The Weeknd soal izin penggunaan lagu tersebut. Tiba-tiba saja, Call Out My Name muncul di EP “My Dear Melancholy” milik The Weeknd, dan hanya mencantumkan Abel Tesfaye, Frank Dukes, dan Nicolas Jaar sebagai penulisnya.

    Ini bukan pertama kalinya Tesfaye dituduh melakukan pelanggaran hak cipta. Pada 2015, superstar itu pernah digugat gara-gara lagu The Hills. Pada 2018, ia kembali  dituduh menjiplak trek rock eksperimental milik Yeasayer berjudul Sunrise (2007) untuk dipakai di lagu Pray for Me.

    Setahun kemudian, Brian Clover dan Scott McCulloch menggugat The Weeknd dengan tuduhan menyalin lagu 2005 mereka berjudul I Need to Love untuk lagu A Lonely Night dari album “Starboy”.

    Editor Team

    COMMENT