Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    May 24 2020

    Manfaat Memaafkan bagi Kesehatan Fisik dan Mental, Bagian 2

    Hai Kawula Muda, ternyata memaafkan itu banyak manfaatnya lho.

    Forgive. (INSTAGRAM/SERENITY VILLAGE LIFE RECOVERY)

    Bila sebelumnya dibahas tentang apa itu memaafkan, lalu manfaatnya bagi kesehatan, maka kini kita akan membahas tentang bagaimana cara memaafkan orang lain dan diri sendiri.

    Berikut adalah tips agar kita dapat memaafkan orang lain.

    1. Koreksi diri

    Lakukan penilaian, apakah kita sudah menjadi pribadi yang baik untuk orang lain di sekitar kita? Bisa saja konflik terjadi karena ada yang salah dari cara kita bertindak atau berinteraksi dengan orang lain.

    2. Coba pahami orang lain

    Ketika terjadi konflik dengan orang lain, cobalah berpikir dengan latar belakang dan perspektif dia. Bagaimana jika kita berada di posisinya?

    Mungkin saja ada faktor lain yang memicunya harus bertindak demikian, sehingga menyakiti kita dan memicu terjadinya konflik.

    3. Berusaha memberi kesempatan kembali

    Saat seseorang berbuat salah, belum tentu karena ia berniat melakukannya. Dengan memberikan kesempatan kembali, kita dapat memberikan ruang baginya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. 

    Meski tentu saja, pada akhirnya semua akan ada batasnya. Kapan kesempatan itu layak atau tidak diberikan lagi.

    Tak kalah penting, bahkan relatif lebih sulit dilakukan adalah memaafkan diri sendiri. Memaafkan diri sendiri bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya dengan tidak terus menerus menyalahkan diri sendiri, introspeksi diri, dan belajar dari pengalaman buruk.

    Lantas, bagaimana jika terlanjur punya pengalaman pahit?

    Pada kondisi tertentu, rasa sulit memaafkan yang sudah berlangsung cukup lama tidak jarang menimbulkan kepahitan.

    Terkadang, tindakan yang dilakukan seseorang meskipun benar, bisa saja tetap dianggap salah karena sudah ada rasa sakit hati atau kecewa dalam diri orang yang pernah dikecewakan. Hal inilah yang memicu rasa sulit memaafkan.

    Dampaknya, selain menjadi sulit berhubungan dengan orang lain, kita juga menjadi lebih sensitif.

    Seseorang bisa saja selalu dianggap salah, meski ia sudah berusaha berubah. Tak dipungkiri bahwa hal itu menyakitkan.

    Tetapi, kembali ke hal mendasar, mari belajar saling memaafkan. Selalu ada peluang untuk memaafkan dan dimaafkan. Karena memaafkan dapat memberi dampak positif bagi kesehatan. Jadi, untuk apa memilih menyimpan hal-hal negatif yang justru merugikan diri sendiri.

    Editor Team

    COMMENT