Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 25 2020

    Atlet Juga Manusia, Tak Menjamin Kebal Corona

    Kawula Muda, ingat, siapa saja bisa terjangkit virus bandel ini ya!

    Pesepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic. (INSTAGRAM/ZLATAN IBRAHIMOVIC)

    Virus Corona telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Tak terkecuali para atlet profesional yang jelas-jelas punya kecenderungan pola hidup sehat dan teratur.

    Juli 2020, 25 dari 351 pemain yang berkompetisi di Liga Basket Amerika (NBA) dinyatakan positif. Tak lama kemudian disusul beberapa nama dari dunia tennis, termasuk petenis nomor satu dunia ,Novak Djokovic, terpapar virus ini.

    Kabar terakhir, bintang AC Milan asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, baru saja mengumumkan kalau dirinya juga terinfeksi virus corona.

    "Berani-beraninya vurus ini menantang saya," kata Ibrahimovic. Persis sama seperti atlet-atlet lain yang ketika dikabarkan positif, dia mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja.

    Atlet cenderung menganggap diri mereka mungkin lebih siap daripada masyarakat awam untuk menghindari konsekuensi terburuk dari terjangkit virus ini. Padahal dari dulu para ahli sudah memperingatkan bahwa virus ini sama sekali tidak mengenal istilah diskriminasi, dan bisa menyerang siapa pun.

    Kenyataannya, dalam wawancara dengan berbagai media, para atlet tersebut akhirnya membocorkan kondisi buruk yang dialami saat virus corona bersarang di tubuh mereka.

    "Pengalaman terbesar yang saya ambil dari peristiwa ini adalah bahwa tidak peduli seberapa hebat bentuk fisik Anda, tidak peduli berapa usia Anda, Anda tidak kebal dari hal-hal seperti ini," kata Von Miller, atlet American Footbal yang bermain sebagai gelandang untuk tim Denver Broncos

    Miller mengatakan bahwa dia diguncang oleh sesak napas dan batuk ketika mencoba untuk tidur. Miller mengatakan, setelah terserang virus ini dia merasa lebih cepat lelah ketika  pertama kali mencoba berolahraga lagi di gym rumahnya. 

    Di Italia, Paulo Dybala, pemain Argentina yang bermain untuk Juventus, menggambarkan pengalamannya yang mengerikan dalam menangani gejala pernapasan.

    "Saya mencoba untuk berlatih dan kehabisan napas setelah lima atau 10 menit. Saat itu saya menyadari ada sesuatu yang tidak beres," kata Dybala dalam sebuah wawancara dengan Asosiasi Sepak Bola Argentina.

    Bahaya Covid-19 bagi atlet

    COVID-19Covid-19. (FREEPIK.COM)

     

    Dikutip dari nytimes.com, Panagis Galiatsatos, seorang dokter paru dan asisten profesor di Johns Hopkins, mengatakan bahwa seperti banyak penyakit lainnya, konsekuensi jangka panjang bagi atlet yang mengidap Covid-19 belum sepenuhnya diketahui. 

    Atlet, merupakan studi kasus yang menarik bagi para dokter, mengingat kesehatan dasar mereka yang umumnya baik dan kesadaran yang berbeda akan tubuh mereka sendiri. Meski demikian, Galiatsatos menyampaikan tiga kemungkinan komplikasi dari Covid-19 yang dapat menjadi perhatian khusus para atlet.

    Pertama, pasien virus corona, seperti siapa pun yang menderita infeksi saluran pernapasan serius, berisiko mengalami masalah paru-paru jangka panjang.

    ATLETAtlet latihan. (FREEPIK.COM)

     

    Komplikasi lain yang dianggap Galiatsatos sangat mengkhawatirkan para atlet, dan salah satu yang para ahli masih coba tutupi, adalah tingginya insiden pembekuan darah yang dilihat dokter pada pasien virus corona.

    Orang yang didiagnosis dengan pembekuan darah, dan mendapat resep pengencer darah, biasanya tidak disarankan untuk berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan kontak fisik.

    Terakhir, Galiatsatos mengatakan bahwa pasien yang ditempatkan di ventilator dan lama terbaring di tempat tidur sering kehilangan antara 2 dan 10 persen massa otot mereka per hari.

    Bagi seorang atlet yang mengandalkan fisik dalam aktivitasnya, tentu itu adalah masalah yang serius.

    Kelebihan atlet dibanding yang lain

    ATLETAtlet. (FREEPIK.COM

     

    Kelebihan para atlet dalam menghadapi virus ini adalah daya juang mereka. Setiap upaya untuk penyembuhan dianggap seperti pertandingan yang harus dimenangi, dan itu berkontribusi besar dalam mempercepat proses pemulihan.

    "Memerangi virus seperti berlatih untuk berkompetisi, butuh kesabaran dan keyakinan,” kata Tsang Yee-Ting, karateka berusia 27 tahun asal Hong Kong, yang dinyatakan positif Corona pada Maret 2020.

    Kini dia sudah merasa normal kembali serta telah rutin berlatih dengan rekan satu timnya melalui video.

    Meskipun saat ini tenaga medis dan para ahli terus berusaha untuk bisa sesegera mungkin menangani wabah Covid19, kita tetap wajib berusaha melindungi diri sendiri agar terhindar dari virus ini. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? 

    Jadi jangan lupa untuk membiasakan diri memakai masker, menjaga kebersihan dan menjalankan pola hidup sehat, ya! 

    Editor Team

    COMMENT