Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 08 2020

    Beberapa Kontroversi yang Pernah Terjadi dalam Sejarah Tenis US Open

    Kawula Muda, yuk mengingat kembali beberapa kejadian kontroversial yang pernah terjadi di US Open.

    Image Caption

    Setelah didiskualifikasinya petenis nomor satu dunia Novak Djokovic, dari babak 16 besar US Open 2020, publik seakan diingatkan kembali pada beberapa kejadian kontroversial di turnamen ini dari tahun-tahun sebelumnya. 

    Hal-hal seperti keputusan yang dipertanyakan, hingga  perilaku provokatif di lapangan, yang kemudian menciptakan perdebatan tanpa akhir seputar pertandingan yang rutin di gelar di Flushing Meadows, New York, tersebut. 

    Sudah lumrah, sebagaimana yang terjadi pada Djokovic tahun ini, kontroversi terbesar biasanya muncul ketika yang terlibat adalah pemain bintang.

    Serena Williams vs Naomi Osaka, 2018


    Petenis Jepang, Naomi Osaka, sukses meraih gelar Grand Slam pertamanya pada US Open  2018. Tetapi setelah pertandingan berakhir, tajuk utama media-media internasional dipenuhi  berita tentang Serena Williams, lawan yang dikalahkan Osaka di pertandingan tersebut.

    Selain kehilangan satu game, Williams harus membayar denda sebesar 17,000 dolar AS karena telah melanggar 3 code violations yaitu menerima sinyal saran dari pelatih (coaching), merusak raket, dan ucapan keras (verbal abuse) kepada wasit yang memimpin pertandingan kala itu, Carlos Ramos.

    Alizé Cornet, 2018 


    Perdebatan tentang seksisme sudah berlangsung di turnamen ini pada 2018, sebelum Serena Williams menyemprot wasit Carlos Ramos di partai final.

    Atlet Prancis, Alizé Cornet, diberi peringatan code violation karena mengganti bajunya di lapangan. Cornet melepas atasan Lacoste-nya saat jeda, karena dia tidak sengaja memakainya terbalik.

    Penggemar dan pemain sama-sama dengan cepat mengkritik peringatan atas pelanggaran tersebut. Pada akhirnya, ofisial turnamen meminta maaf kepada Alize Cornet dan mengklarifikasi bahwa semua pemain diizinkan untuk berganti baju di dalam atau di luar lapangan.

    Serena Williams vs Samantha Stosur, 2011


    Lagi-lagi Serena Williams, dan terjadi di partai puncak pula. Kali ini Serena melawan petenis Australia, Sam Stosur, pada final US Open 2011.

    Melakukan servis pada poin 30-40 di game pertama set kedua, pukulan forehand Williams yang kuat jatuh telak ke sisi backhand Stosur.

    Serena berteriak, "Come On!" sesaat setelah memukul bola, sebelum Samanta Stosur bergerak karena tahu upayanya akan sia-sia.

    Papan skor menunjukkan angka 40-40, tetapi wasit  yang memimpin pertandingan saat itu, Eva Asderaki,  memutuskan bahwa Williams telah melanggar aturan rintangan dengan berteriak sebelum Stosur memiliki kesempatan untuk membalas tembakan.

    Poin tersebut kemudian diberikan kepada Stosur. Sejak saat itu hingga pertandingan berakhir dengan skor 6-2, 6-3 untuk kemenangan Stosur, Williams berkali-kali berdebat dan menggerutu kepada Asderaki.

    Akibatnya ia harus membayar denda 2.000 dolar AS

    Lleyton Hewitt vs James Blake, 2001


    Pertandingan babak kedua antara petenis Australia, Lleyton Hewitt, dan petenis tuan rumah, James Blake, pada 2001 diwarnai kontroversi rasial.

    Seorang penjaga garis kulit hitam, dua kali memvonis Hewitt telah melakukan foot faults (kesalahan mendaratkan kaki saat melakukan servis) pada poin-poin kritis, yang memberi keuntunga pada Blake, yang kebetulan juga berdarah Afrika-Amerika. 

    Hewitt tidak terima, dan berkali-kali meminta ke pada wasit utama, Andreas Egli, untuk mengganti penjaga garis tersebut.

    "Lihat, dia. Lihat! Bagaimana mungkin Anda tidak bisa melihat kesamaan mereka. Keluarkan saja dia dari lapangan. Lihat apa yang sudah dilakukannya padaku," kata Lleyton.

    Publik menilai, kata-kata "lihat kesamaan mereka" mengarah kepada hinaan berbau rasial.

    Namun, ofisial US Open tidak bereaksi, bahkan menyatakan tidak menemukan bukti pelanggaran berbau rasial atas apa yang sudah diucapkan oleh Hewitt.

    Serena Williams vs. Kim Clijsters, 2009


    Ya, lagi-lagi Serena Williams!

    Kemenangan Kim Clijsters 6-4, 7-5 atas Serena Williams pada babak semifinal US Open 2009 harus berakhir dalam situasi yang aneh.

    Serena Williams kalah pada set pertama 4-6. Dia lalu tertinggal 5-6, 15-30 dan sedang memegang servis pada set kedua.

    Hakim garis kemudian menyatakan kesalahan kaki pada servis keduanya. Kesalahan ganda itu mengubah poin menjadi 15-40 dan memicu Serena Williams melampiaskan kekesalan pada hakim garis tersebut.

    Menurut The Telegraph, Williams berkata kepada hakim garis, "Saya bersumpah, saya akan mengambil bola ini dan memasukkannya ke tenggorokan Anda, Anda dengar itu? Saya bersumpah demi Tuhan!”

    Hakim garis tersebut kemudian memberi tahu wasit utama, Louise Engzell, apa yang dikatakan Williams.

    Sebuah diskusi yang melibatkan Serena Williams, hakim garis Engzell, wasit turnamen Brian Earley dan pengawas pertandingan Donna Kelso pun terjadi. 

    Karena Williams sebelumnya telah menerima peringatan pelanggaran kode karena menghancurkan raket, pelanggaran kedua ini menghasilkan poin penalti yang diberikan kepada Clijsters. Itu artinya pertandingan telah usai.

    Serena Williams kemudian didenda 82.500 dolar AS atas pelanggarannya.

    John McEnroe vs Ilie Nastase, 1979

    Hanya agar tidak terlalu sering menyebut nama Serena Williams dalam daftar ini, terakhir akan kami sajikan kontroversi paling klasik dalam sejarah US Open.

    Pada 1979, John McEnroe yang berusia 20 tahun menghadapi Ilie Nastase yang berusia 33 tahun dalam pertandingan babak kedua, yang baru dimulai pada pukul 9 malam waktu Amerika.

    Pada set ketiga, malam semakin larut dan tiba-tiba Nastase berpura-pura tidur di garis belakang. Hal tersebut memicu penonton untuk mulai mencemooh, hingga melempar gelas kertas dan kaleng bir ke dalam lapangan. 

    Wasit utama, Frank Hammond, mengeluarkan peringatan kepada Nastase dengan menjatuhkan satu poin penalti, disusul game penalti, yang membuat McEnroe unggul 3-1 pada set ketiga setelah McEnroe memenangi dua set pertama.

    Nastase masih menolak untuk bermain. Wasit turnamen, Mike Blanchard, turun tangan menginstruksikan Hammond untuk menghentikan aksi Nastase. Setelah sekitar satu menit  Nastase belum juga merespons, Hammond memutuskan untuk mendiskualifikasi Nastase.

    Sebuah keputusan yang menyebabkan sekitar 10.000 penonton yang berada di tribun semakin menggila. Perkelahian terjadi, penjaga keamanan dan polisi dipanggil.

    Dalam upaya memulihkan ketertiban, Direktur Turnamen Bill Talbert turun tangan, mencabut keputusan diskualifikasi Nastase dan menggantikan Hammond dengan Blanchard sebagai wasit pemimpin pertandingan. 

    Pertandingan dilanjutkan dan McEnroe akhirnya memenangi pertandingan tersebut dalam empat set.

    Editor Team

    COMMENT