Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 18 2020

    Presiden Prancis Emmanuel Macron Positif Covid-19

    Hai Kawula Muda, ada lagi kepala negara yang terpapar Covid-19.

    Presiden Prancis, Emmanuel Marcon. (INSTAGRAM/EMMANUEL MARCON)

    Presiden Prancis Emmanuel Macron dinyatakan positif Covid-19. Kabar tersebut disampaikan oleh kantor kepresidenan pada Kamis (17/12/2020).

    Dikutip dari AFP, presiden berusia 42 tahun itu menjalani tes setelah mengalami gejala Covid-19.

    “Presiden telah didiagnosis positif Covid-19 hari ini (Kamis). Diagnosis ini dibuat setelah tes PCR yang dilakukan pada awal gejala pertama,” ujar Istana Elysee, perwakilan kantor kepresidenan.

    Sesuai protokol kesehatan nasional Prancis, orang yang terinfeksi virus corona wajib mengisolasi diri selama tujuh hari.

    “Meski demikian, Presiden akan tetap bekerja dan melakukan aktivitas dari jarak jauh,” ujar pihak kepresidenan lagi.

    Tracing tengah dilakukan

    Juru bicara kepresidenan mengatakan, seluruh rencana perjalanan Presiden Emmanuel Macron telah dibatalkan, termasuk kunjungan ke Lebanon pada 22 Desember 2020.

    Saat ini pihak kantor kepresidenan bersama lembaga terkait sedang melakukan pelacakan (tracing) untuk mengetahui di mana dan kapan Macron terinfeksi virus tersebut.

    Sebelumnya, Presiden Macron bertemu kepala-kepala negara Eropa pada pertemuan Dewan Uni Eropa pada 10-11 Desember 2020.

    Dikutip Xinhua, Pemimpin Senat Parlemen Prancis Gerard Larcher megatakan, Perdana Menteri Prancis Jean Castex juga akan menjalani isolasi setelah bertemu Macron beberapa hari terakhir.

    Namun, dalam pernyataan itu tidak disebutkan apakah istri Macron, Brigitte, yang berusia 67 tahun juga dinyatakan positif.

    Kasus terus melonjak

    PRESIDEN EMMANUEL MARCONPresiden Prancis Emmanuel Marcon dalam sebuah acara kenegaraan. (TWITTER)

      

    Pada Rabu (16/12/2020), Prancis mencatat 17.615 kasus harian baru, tertinggi sejak 21 November 2020.

    Karenanya, Prancis minggu ini memberlakukan kebijakan jam malam mulai pukul 20.00 hingga 06.00. Kebijakan itu untuk menekan penyebaran kasus yang terus melonjak dan mengatasi gelombang kedua pandemi di negara yang terkenal dengan ikon Menara Eiffel tersebut.

    Aturan jam malam tersebut mau tidak mau telah memaksa restoran, kafe, teater, dan bioskop tutup.

    Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, terdapat dua juta kasus yang dikonfirmasi di Prancis sejak epidemi dimulai, dengan lebih dari 59.400 kematian.

    Presiden Macron adalah salah satu dari beberapa pemimpin dunia yang terpapar virus corona. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif pada Oktober 2020 yang membuatnya menghabiskan tiga hari di rumah sakit.

    Jauh sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga terjangkit virus tersebut dan berakhir di perawatan intensif selama gelombang pertama negara itu pada Maret 2020.

    Get Well Soon, Mr. President.

    Editor Team

    COMMENT