Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Aug 29 2022

    Terlilit Utang, Media Sosial Milik Donald Trump "Truth Social" Terancam Bangkrut

    Hai Kawula Muda, padahal umurnya baru seumur jagung.

    Truth Social, media sosial milik Donald Trump. (TWITTER)


    Truth Social, media sosial yang dimiliki mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terancam bangkrut.

    Dilansir dari akun Instagram @indozonetech, perusahaan media sosial milik Donald Trump yang baru seumur jagung ini dikabarkan sedang terlilit utang sebesar 1,6 juta dolar AS atau senilai dengan Rp 23,7 miliar.

    Kabarnya, Truth Sosial juga menghentikan kerja sama dengan dengan Right Force karena telah meng-hosting perusahaan platform miliknya.

    Truth Social sebelumnya juga pernah berniat melakukan merger dengan perusahaan Digital World Asuquisition Corp (DWAC). Namun, sampai saat ini belum ada kepastian kesepakatan yang tercapai di antara kedua perusahaan tersebut.

    Kondisi ini membuat Donald Trump harus berjuang keras agar perusahaan media sosial miliknya itu tidak bangkrut.

    Truth Social dibuat oleh Donald Trump setelah beberapa media sosial raksasa memblokir akunnya. Bahkan Facebook dan Twitter telah menangguhkan akun Donald Trump secara permanen.

    Truth SocialIlustrasi aplikasi terbaru besutan Donald Trump, Truth Social (REUTERS/Dado Ruvic)

     

    Beberapa media sosial dan layanan lain yang juga melakukan langkah yang sama adalah Reddit, Twitch, Shopify, Google, YouTube, Snapchat, TikTok, Apple, Discord, Pinterest, Amazon Web Service, hingga Stripe.

    Deretan media sosial tersebut memblokir akun Trump dan apapun yang berafiliasi dengannya. Pemblokiran ini bermula saat Trump kerap mengumumkan kebijakan atau membagikan opini yang kerap menimbulkan kontroversial.

    Puncaknya, pada Januari 2021, Trump mengunggah pidato yang diduga memicu kericuhan di depan gedung Capitol Hill, Washington DC, AS.

    Dari pidato tersebut, banyak pengelola media sosial menilai Trump "mengglorifikasi" kekerasan setelah pendukungnya melakukan protes besar-besaran di gedung DPR/MPR Amerika Serikat.

    Editor Team

    COMMENT