Kenali Slow Fashion, Tren Berpakaian Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan

Lo tim fast fashion atau slow fashion, Kawula Muda?

Ilustrasi slow fashion (UNSPLASH/Alyssa Strohm)
Fri, 17 Jun 2022


Kini, banyak sekali merek fesyen yang dengan cepat mengganti etalase baju yang tengah mereka pajang. Setiap hari (atau bahkan setiap jam) bisa jadi terdapat satu truk penuh pakaian baru yang mengisi stok toko tersebut. 

Fenomena tersebut pun kerap ditemui di masa kini, mengingat bagaimana bisnis fast fashion aliat fesyen cepat yang semakin berkembang. Sama seperti namanya, fesyen cepat berarti memproduksi baju dengan cepat, menjual baju dengan cepat, dan kemudian hanya tahan di waktu yang cepat pula.  

Sederhananya, slow fashion alias fesyen lambat adalah kebalikan dari fesyen cepat. Fesyen lambat juga dapat diartikan sebagai praktik fesyen yang didasari atas produksi dan pemakaian pakaian dalam waktu yang lama. 

Karena itu, diperlukan daya tahan dan kualitas yang tinggi agar pakaian tersebut dapat dipakai secara berkelanjutan. Karena itulah, tak jarang proses produksi fesyen lambat memakan waktu jauh lebih lama bila dibandingkan dengan fesyen cepat. 

Hal yang membedakan kedua jenis fesyen tersebut adalah masalah biaya. Kerap kali, fesyen cepat dijual dengan harga yang lebih murah karena memiliki biaya produksi yang ditekan serendah-rendahnya. Karena itu, jangan heran apabila kualitas yang dihasilkan menjadi lebih rendah.

via GIPHY

Sebaliknya, tren fesyen lambat menekankan pada kualitas. Tidak hanya berkaitan dengan kualitas pakaiannya saja, melainkan juga terkait dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan sekitar. Karena itu, tidak heran baju dari brand fesyen lambat biasanya dihargai lebih mahal. 

Mengapa Fesyen Lambat Ramah Lingkungan?

Brand fesyen lambat tidak memiliki target jumlah produksi yang besar dalam waktu singkat. Karena itulah, mereka memiliki waktu lebih lama untuk mengimplementasikan desain nol sampah (zero waste)

Mayoritas tren fesyen lambat juga selalu berusaha untuk meminimalisir limbah yang kemudian dihasilkan untuk membuat baju.

Selain itu, hal yang membuat fesyen lambat ramah lingkungan adalah keberlanjutannya. Brand yang memiliki pemahaman fesyen lambat, akan memilih membuat pakaian dengan model klasik dan tahan lama. 

Dengan demikian, pengguna dapat memakainya terus menerus tanpa takut ketinggalan zaman. Hal itu tentu bermanfaat untuk mengurangi limbah pakaian dari tren fesyen cepat yang sangat dinamis. 

Berita Lainnya