Penelitian di Korea Selatan ungkap Penggemar K-Pop dan Wibu Lebih Bahagia

Melihat foto idola memang bikin imun tubuh naik enggak, sih?

Studi sebut penggemar berat seperti K-popers dan wibu lebih bahagia dibanding bukan penggemar (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Fri, 23 Jun 2023


Kawula Muda, terkadang banyak stigma negatif bagi para penggemar berat. Meski begitu, menurut Korea Times, hal tersebut tidaklah selalu benar, loh.

Sebut saja para penggemar K-pop atau K-popers dan wibu yang kerap dianggap terlalu fanatik dengan idola mereka.

Meski begitu, studi terbaru menunjukkan jika para K-popers dan wibu lebih bahagia dibanding yang bukan penggemar, Kawula Muda!

Melalui penelitian yang dilakukan oleh Profesor Park Hyun-ju dari College of Nursing di Kangwon National University ini, ia mengungkapkan jika para penggemar fanatik sebenarnya bisa berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan anak muda.

Penelitian sebut penggemar berat seperti K-Popers dan wibu lebih bahagia dibanding yang tidak (REUTERS/Agoes Rudianto)

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Korean Society of School Health tersebut membagi para mahasiswa ke dalam dua grup, yakni ‘otaku’ dan ‘non-otaku'.

Sebagai informasi, otaku adalah istilah dalam bahasa Jepang yang mengacu pada penggemar yang sangat antusias dalam mengagumi sesuatu.  Dalam bahasa Korea, istilah ini disebut ‘deokjil’.

Contohnya para penggemar grup K-pop, anime, manga, game, action figure, dan lainnya.

Dalam penelitian tersebut, mayoritas siswa 70 persen dikategorikan sebagai non-otaku sedangkan 30 persen sisanya dianggap otaku.

Setelah menggali setiap grup dengan beberapa pertanyaan, tim peneliti mencoba mengukur tingkat kebahagiaan tiap grup, Kawula Muda.

Hasilnya, tim otaku mendapat skor 43,17. Sedangkan tim non-otaku mendapat skor 40,21. 

"Aktivitas sebagai penggemar berat bisa membahagiakan karena membuat mereka fokus dan terlibat dalam hal yang mereka sukai," ujar Park Hyun-ju.

Penelitian yang juga menganalisis kesehatan mental sejumlah mahasiswa dalam studi ini juga mengungkapkan jika sentimen negatif seperti kemarahan dan kecemasan berlebih (anxiety) pada grup otaku berada dalam tingkat yang rendah, Kawula Muda.

Menjadi penggemar berat memungkinkan seseorang untuk tidak hanya fokus pada apa yang mereka sukai, namun juga bertemu dan terhubung dengan orang lain yang menikmati hal yang sama.

Pasalnya, menjadi bagian dari komunitas dan terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan dapat membantu meningkatkan tingkat kebahagiaan seseorang dari waktu ke waktu.

“Kegiatan tersebut dapat meningkatkan kebahagiaan seseorang dengan membuat mereka berkonsentrasi dan terlibat dalam sesuatu yang menarik minat mereka.”

"Persepsi negatif dari 'deokjil' harus diubah. Mereka sebenarnya bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan mental anak muda," tambah Park Hyun-ju.

Kawula Muda sendiri merasakan efek bahagia menjadi seorang penggemar berat enggak, nih? Jika memang berdampak baik bagi diri sendiri, tidak ada salahnya untuk dilanjutkan, ya.

Berita Lainnya