Benarkah Golongan Darah A Paling Rentan dan O Paling Kebal Terhadap Covid-19?

Hai Kawula Muda, apa pun golongan darah kalian, yang lebih penting adalah taati protokol kesehatan ya!

Ilustrasi tenaga medis memegang sample darah. (FREEPIK)
Fri, 16 Oct 2020

Baru-baru ini diberitakan bahwa beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara golongan darah dengan peningkatan kasus Covid-19.

Mengutip dari Kompas.com, studi terbaru mengatakan bahwa orang dengan golongan darah O cenderung memiliki risiko lebih rendah tertular virus SARS-CoV-2 dibandingkan dengan golongan darah lain.

Para peneliti juga mencatat, orang dengan golongan darah O lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit serius jika mereka sudah terinfeksi.

Sebelumnya, pada Maret 2020, sebuah penelitian di China juga menunjukkan kalau orang dengan golongan darah O justru mendapatkan perlindungan lebih terhadap virus, sementara orang dengan golongan darah A lebih rentan terkena virus.

Temuan serupa juga terjadi pada penelitian yang diterbitkan pada Juni 2020, di mana para peneliti menyimpulkan bahwa orang dengan golongan darah A memiliki risiko 45 persen lebih tinggi tertular Covid-19.

Dari penelitian-penelitan tadi, beberapa ahli khawatir kalau orang bergolongan darah A akan panik. Di sisi lain membuat orang bergolongan darah O jadi lengah terhadap protokol kesehatan.

“Hasil ini tidak dapat digunakan untuk mengurangi kewaspadaan serius yang harus dilakukan setiap orang, terlepas dari golongan darah mereka,” kata ahli hematologi dan profesor di Larner College of Medicine di University of Vermont, Dr. Mary Cushman, MSc.

Ilutrasi golongan darah. (FREEPIK)

  

Hasil studi di Wuhan, China

Hasil studi pada Maret 2020 di Wuhan, China, tempat kasus Covid-19 pertama ditemukan, para ilmuwan melihat golongan darah dari 2.173 orang yang telah didiagnosis dengan Covid-19 dan membandingkannya dengan golongan darah dari populasi umum di wilayah itu.

Mereka menemukan pada populasi normal, tipe A sebanyak 31 persen, tipe B sebanyak 24 persen, tipe AB sebanyak 9 persen, dan tipe O sebanyak 34 persen.

Pada mereka yang terinfeksi Covid-19, golongan darah tipe A sebanyak 38 persen, tipe B sebanyak 26 persen, tipe AB 10 persen, dan tipe O sebanyak 25 persen.

Kesimpulannya, golongan darah A pada orang normal tentan terpapar Covid-19 dan bagi yang sudah terkena virus tersebut bisa memiliki penyakit yang cukup serius.

Semua berisiko

Para ahli menemukan, jika dibandingkan dengan tipe lain, golongan darah O memang memiliki proteksi dari serangan jantung dan pembekuan darah di pembuluh darah atau trombosis vena.

Belum jelas bagaimana mekanismenya, tetapi ada perbedaan berdasarkan golongan darah dalam faktor pembekuan tertentu dan faktor dalam sirkulasi yang berhubungan dengan koneksi sel lapisan pembuluh darah.

Menjadi catatan, setelah mengetahui kalau orang dengan golongan darah O memiliki risiko yang rendah terhadap Covid-19, bukan berarti mereka kebal dan jadi acuh. Apalagi hingga kini pergerakan Covid-19 masih belum bisa dikendalikan.

Jadi, siapa pun tetap harus taat protokol kesehatan (3M) yakni menggunakan masker, menjaga jarak secara fisik dari orang lain, dan mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik.

Berita Lainnya