Indonesia jadi Negara Penghasil Sugar Daddy Terbanyak di Asia Tenggara

Negara Asia mana yang nomor 1 ya, Kawula Muda?

Indonesia masuk ke dalam sugar daddy terbanyak di Asia Tenggara (UNSPLASH)
Mon, 20 Mar 2023


Kawula Muda, menurut situs dating SeekingArrangement, Indonesia masuk ke dalam 10 negara penghasil suggar daddy terbanyak di Asia Tenggara, loh!

Sugar Daddy merupakan istilah yang diberikan kepada pria dewasa kaya yang suka menjalin hubungan dengan perempuan lebih muda dan senang memenuhi segala kebutuhan sang kekasih.

Melansir dari laman VOI, Senin (20/03/2023), berdasarkan survey jumlah di Sugar Daddy di Indonesia per tahun 2021 mencapai 60 ribu, yang merupakan angka tertinggi di Asia Tenggara.

Indonesia masuk ke dalam sugar daddy terbanyak di Asia Tenggara (UNSPLASH)

Jika ditarik ke wilayah yang lebih luas, di seluruh Asia, Indonesia berada di urutan kedua. Pada posisi teratasnya, negara dengan Sugar Daddy terbanyak diraih oleh Asia adalah India.

SeekingArrangement mencatat ada 338 ribu Sugar Daddy di India, sedangkan di urutan ketiga ada negara Asia Tenggara yakni Malaysia yang memiliki 32 ribu Sugar Daddy.

Berikut adalah 10 negara dengan sugar daddy terbanyak versi Seeking Arrangement:

1. India (338.000)

2. Indonesia (60.250)

3. Malaysia (32.500)

4. Jepang (32.500)

5. Hong Kong (28.600)

6. Taiwan (27.300)

7. Vietnam (12.000)

8. Korea Selatan (8.000)

9. Sri Lanka (5.000)

10. Kamboja (3.500)

Apa yang Menyebabkan Sugar Daddy jadi Fenomenal?

SeekingArrangement juga menjelaskan mengapa ada begitu banyak Sugar Daddy di suatu negara, yaitu tingginya biaya pendidikan.

Selain mahalnya biaya pendidikan, juga adanya kesenjangan antara orang kaya dan miskin yang menjadi penyebab tumbuhnya fenomena Sugar Daddy.

Survei ini juga menjelaskan berapa banyak perempuan, terutama mahasiswi, yang sengaja mencari laki-laki yang lebih tua dan mapan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Selain itu, ledakan ekonomi di kawasan Asia yang berkembang pesat juga telah mendatangkan banyak investor asing untuk mendirikan usaha di kawasan tersebut.

"Jadi tidak mengherankan mengapa Asia tampaknya menjadi sarang gula penanggalan, terutama di kalangan demografi perkotaan," terang penelitian tersebut.

Berita Lainnya