Apa Saja Jenis Bullying dan Standar Hukumannya di Korea Selatan?

Say no to bullying!

Ilustrasi penindasan di sekolah (UNSPLASH)
Thu, 26 May 2022

Buat Kawula Muda yang suka nonton K-Drama pasti seringkan melihat adegan penindasan anak populer terhadap anak yang lebih lemah. 

Mungkin terkadang lo bertanya-tanya, memang bullying di Korea Selatan benar ada atau hanya dalam drama?

Sayangnya, penindasan sekolah di Korea Selatan nyata adanya, bahkan sudah menjadi perhatian nasional setelah banyaknya kasus bunuh diri selama beberapa tahun terakhir. Penindasan sekolah terjadi bila adanya cedera, penyerangan, kurungan, intimidasi, dan lain-lain. 

Tindakan ini juga melibatkan kerusakan secara fisik, mental, maupun properti. Oleh karena itu, pemerintahan Korea Selatan membuat undang-undang yang mengatur jenis kekerasan di sekolah dan standar hukumannya.

Penindasan di sekolah Korea memiliki beberapa jenis, yaitu kekerasan fisik, kekerasan verbal, pemerasan, pemaksaan, pengucilan, kekerasan seksual, dan cyber-bullying. 

Ilustrasi tindakan penindasan di sekolah (UNSPLASH)

 

Setiap tindakan yang dilakukan akan mendapatkan hukuman yang sesuai standar di Korea Selatan. Terdapat sembilan level dalam penanganan kasus penindasan di sekolah. Mulai dari level satu yang ringan sampai level sembilan menjadi hukuman paling berat.

1. Hukuman level satu

Nah, hukuman level satu hanya menuliskan permohonan maaf pelaku kekerasan untuk korbannya. Kemudian akan diadakan pertemuan wali murid dari pelaku dan juga korbannya. 

2. Hukuman level dua 

Untuk hukuman level dua pelaku akan dilarang untuk melakukan kontak dengan korban dan diwajibkan untuk mengikuti kelas tambahan.

3. Hukuman level tiga

Berikutnya level tiga, hukuman yang diberikan sudah mulai bertambah. Pelaku akan diwajibkan untuk mengikuti kegiatan sukarelawan di pelayanan sekolah. 

4. Hukuman level empat

Masuk ke level empat, hukuman di sini hampir mirip dengan level tiga, hanya saja kegiatannya adalah kegiatan sukarelawan di pusat komunitas, nih.

5. Hukuman level lima

Naik lagi ke hukuman level lima. Pada level lima pelaku akan mendapatkan program kelas pendidikan khusus dan sesi terapi perilaku. Di level ini juga, pelaku sudah bisa dibilang berada di bawah pengawasan. 

6. Hukuman level enam

Hukuman level enam menjadi lebih berat karena pelaku mendapatkan suspend dari sekolah. Terkadang pelaku juga akan dimasukkan ke fasilitas keamanan. 

7. Hukuman level tujuh

Pada level ini, terdapat tambahan hukuman bagi pelaku untuk dipindahkan kelasnya menjadi lebih jauh dengan korban.

8. Hukuman level delapan dan sembilan

Level hukuman tertinggi yaitu delapan dan sembilan sama-sama memasukkan pelaku ke dalam penjara remaja. Namun, pada level delapan pelaku juga dipindahkan sekolahnya, sedangkan hukuman level sembilan yang tertinggi yaitu diusir dari sekolah.

Banyak warga Korea Selatan yang mengatakan kalau catatan kekerasan sekolah akan hilang setelah dua tahun.

Baru-baru ini viral kasus lama pembullyan yang dilakukan salah satu idol K-pop. Kim Garam dari Le Sserafim pernah mendapatkan hukuman level lima, berupa pendidikan khusus dan terapi, serta membayar uang hukuman sebesar tiga juta won atau sekitar 35 juta rupiah.

Sebelumnya juga ada Kim So-hye dari I.O.I yang dulu pernah melakukan penindasan dan mendapatkan hukuman level satu. Jadi hukuman Kim Garam yang mendapatkan level lima memberikan arti kalau dirinya melakukan tindakan kekerasan dengan tingkat yang lebih parah.  

Itu dia macam-macam tindakan kekerasan dan hukuman penindasan di sekolah Korea Selatan. Jangan ditiru ya Kawula Muda!

Berita Lainnya